Breaking News:

Varian Baru Covid 19

Ini Strategi Pemerintah Kabupaten Bogor Cegah Varian Baru Covid-19

Cegah Varian Baru Covid-19, Ini Strategi Pemerintah  Kabupaten Bogor. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
ISTIMEWA
Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bogor, Deni Ardiana (kiri)   

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Covid-19 saat ini sudah bermutasi ke ribuan jenis. Hal itu terbukti dengan adanya varian baru virus corona B16 dan B17 di India yang menyebabkan banyak korban meninggal dunia.

"Ini menjadi cambuk bagi setiap negara di dunia termasuk Indonesia untuk jangan lengah dan meningkatkan kewaspadaan dalam penanganan dan pencegahan ledakan Covid-19 di Indonesia," kata Pakar Satgas Covid-19 RI Gopa Kusworo di Cibinong (6/5/2021).

Untuk memantau mutasi virus ini, Tim Pakar Satgas Covid-19 RI melakukan kunjugan ke Kabupaten Bogor pada Kamisb(5/6/2021).

"Pemantauan langsung ke seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia, salah satunya Kabupaten Bogor," ujarnya.

Baca juga: Ivan Gunawan Kaget Dengan Bocoran Bayaran Ayu Ting Ting Sekali Manggung di Acara TV

Pemantauan ini sangat penting untuk mengetahui sejauhmana langkah strategi yang dilakukan dalam menangani pandemi Covid-19. Terlebih Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

"Mengingat jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang besar, maka perlu optimalisasi fungsi Posko Covid-19 yang ada di tingkat RT dan RW," jelas Gopa.

Dia menyarankan agar dibuat sayembara penilaian Posko Covid-19 terbaik.

Bagi yang berhasil menangani Covid-19 dengan baik hingga grafiknya menurun signifikan maka RT dan RW berhak mendapatkan insentif atas kinerja yang telah dilakukan.

"Kita harus waspada jangan sampai lengah karena jika lengah ancaman untuk kita, Covid-19 ini mengalami lonjakan yang tinggi yang dapat menyebabkan banyak korban jiwa," tegas Gopa.

Baca juga: Berita Populer 75 Pegawai KPK Gugur Tes ASN, Dari Perintah MK Sampai Pandangan Pakar Psikologi

Dia mengajak, seluruh daerah melalukan kebijakan terpadu dengan pemerintah pusat, karena untuk mengubah prilaku masyarakat tidak akan efektif melalui penegakan hukum saja. 

"Perlu kebijakan terpadu antardaerah juga, misal antara Pemkab Bogor dengan Pemkot Bogor melalui Kebijakan terpadu Bogor Raya. Penanganan Covid-19 di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga sektor pariwisatanya," jelasnya.

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bogor, Deni Ardiana mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bogor berkaitan dengan penanganan Covid-19 dilakukan melalui berbagai kebijakan.

Sebut saja, pemberlakuan PPKM Mikro yang memasuki ke-9, kemudian penyediaan sarana pusat karantina dan isolasi di Cibogo dan Kemang, pemberlakuan surat Rapid Antigen bagi masyarakat luar yang akan memasuki Kabupten Bogor. 

Baca juga: Gus Miftah Dikafirkan Karena Masuk Gereja, Habib Ahmad bin Novel Sebut Itu Tidak Dilarang Agama

"Bahkan untuk optimalisasi pencegahan dan pengendalian Covid-19 jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Bogor telah mengeluarkan Instruksi Bupati berkaitan dengan penyekatan jalur mudik di 8 titik perbatasan Kabupaten Bogor, juga lakukan patroli oleh Satgas Covid-19 Kecamatan untuk mencegah adanya pemudik melalui jalur-jalur tikus," papar Deni.

Untuk diketahui, sejumlah Perangkat Daerah juga menghadiri dan melaporkan upaya yang telah dilakukan dalam mengendalikan pandemi Covid-19, yang berkontribusi besar terhadap penurunan grafik Covid-19 di Kabupaten Bogor, yakni Kepala Diskominfo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved