Mudik Lebaran

Hari Pertama Larangan Mudik Lebaran, 648 Kendaraan Diputar Balik di Tol Jakarta Cikampek

Sebanyak 648 kendaraan terindikasi mudik Lebaran melalui ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek diputar balik pada hari pertama larangan mudik Lebaran.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Muhammad Azzam
Petugas kepolisian memeriksa kendaraan di pos penyekatan di KM 31 Cikarang Barat arah Cikampek, Jumat (7/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Sebanyak 648 kendaraan terindikasi mudik Lebaran melalui ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek diputar balik pada hari pertama larangan mudik Lebaran 1442 Hijriyah/2021,  Kamis (6/5/2021).

Ratusan kendaraan itu dikeluarkan setelah terkena penyekatan di KM 31 Cikarang Barat arah Cikampek dan KM 47 Karawang Barat arah Jakarta.

General Manager Representatif Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati menyatakan bahwa total 648 kendaraan yang dialihkan tersebut di antaranya 88 persen kendaraan pribadi dan 12 persen merupakan kendaraan angkutan penumpang.

“Kita putar balik baik yang hendak menuju Cikampek dan yang mau ke Jakarta. Hari pertama kemarin total ada 648 kendaraan diputar balik," katanya seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: VIDEO Penyekatan Mudik di Gerbang Tol Cikupa, 626 Kendaraan Pemudik Diputar Balik ke Jakarta

Baca juga: Larangan Mudik, Polisi Jaga Ketat Akses Utama Jalan Raya Serang di Depan Gerbang Citra Raya

Petugas kepolisian memeriksa bus di pos penyekatan di KM 31 Cikarang Barat arah Cikampek, Jumat (7/5/2021).
Petugas kepolisian memeriksa bus di pos penyekatan di KM 31 Cikarang Barat arah Cikampek, Jumat (7/5/2021). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Dia mengatakan, pada hari pertama peniadaan mudik Lebaran terpantau kepadatan menjelang kedua titik check point. 

Pasalnya, petugas kepolisian melakukan pengecekkan dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk dalam kategori dikecualikan.

"Namun kami amati di lapangan, setelah lokasi titik penyekatan relatif lancar," ujarnya.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan, pihaknya terus mempelajari dan mengevaluasi pengawasan di titik-titik check point, terutama di jalan tol.

Akmal mengatakan, jumlah kendaraan pada hari pertama larangan mudik Lebaran yang dikeluarkan dari jalan tol cenderung lebih banyak dibandingkan hari kedua.

Baca juga: Selama Larangan Mudik, Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Beroperasi Normal

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Imbau Warga Patuhi Aturan Peniadaan Mudik Lebaran: Sayangi Diri, Sayangi Keluarga

Pihaknya juga terus meningkatkan pengawasan khususnya truk yang terindikasi digunakan pemudik, misalnya kendaraan truk beralas terpal.

"Kendaraan ini yang kemudian kita buka, seperti di hari pertama, kami menemukan truk yang berisi penumpang di dalam bak."

"Jika terjadi seperti ini, maka kami memberlakukan sanksi seperti tilang karena tidak sesuai dengan fungsinya dan mengantar penumpangnya ke terminal terdekat,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya terus mengevaluasi teknis pelaksanaan penyekatan di check point pengendalian transportasi.

Misalnya, jelang check point baik di Cikarang Barat dan di Karawang Barat, pada saat tertentu polisi meloloskan kendaraan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Baca juga: Penyekatan Mudik di Cileungsi, Polres Bogor Sediakan Rapid Test Antigen di Pospam Cileungsi

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Kendaraan di Luar Kota Cirebon Harus Diperiksa Petugas

Namun, hal ini tidak mengurangi kewaspadaan kepolisian kepada kendaraan kecil, termasuk tetap mengeluarkan kendaraan kecil terindikasi mudik.

"Banyak sekali sekat-sekat antar provinsi, bahkan masuk Kota/Kabupaten pun ada, jadi kecil kemungkinan untuk lolos."

"Mungkin bisa saja di titik Cikarang Barat Km 31 ini lolos ya, namun di titik pemeriksaan berikutnya juga akan dikeluarkan," ujar dia.

Untuk menghindari Covid-19, Akmal mengimbau lebih baik semua di rumah saja, menunda mudik Lebaran sampai benar-benar pandemi virus corona berakhir.

"Peran masyarakat tidak mudik sangat membantu dalam mencegah penyebaran corona," kata Akmal.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved