Pentolan KAMI Jumhur Hidayat Akhirnya Ditangguhkan Penahanannya, Dibebaskan dari Rutan Bareskrim

Penangguhan penahanan terdakwa kasus ujaran kebencian Jumhur Hidayat resmi dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Editor: Mohamad Yusuf
@andiarief
Pimpinan KAMI Jumhur Hidayat mendapat penangguhan penahanan dan hari ini dia bebas dari Rutan. Polisi Partai Demokrat mengucapkan selamat dan meminta HRS juga ditangguhkan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat akhirnya penahannya ditangguhkan.

Jumhur Hidayat pun kin telah telah bebas dari Rutan Bareskrim Polri pada Kamis (6/5/2021).

Penangguhan penahanan terdakwa kasus ujaran kebencian Jumhur Hidayat resmi dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Sri Odit Megonondo.

Baca juga: PNS Makassar Punya Harta Rp56 M, Mobil Ford Mustang dan Ribuan Meter Tanah, Siapakah Irwan Rusfiady?

Baca juga: Sewa Jet Pribadi, Miliarder India Kabur dari Negaranya karena Lonjakan Covid-19, Segini Biayanya

Baca juga: Cerita SBY Berada 1 Jam di Kapal Selam, Bayangkan jika Berbulan-bulan, Beri Hormat ke Tentara Kita

"Benar, sudah ditangguhkan oleh hakim," kata Sri Odit Megonondo saat dikonfirmasi, Kamis (6/5/2021) dikutip dari Tribunnews.

Sementara itu, pengacara Jumhur Hidayat, Oky Wiratama membenarkan penangguhan penahanan kliennya telah dikabulkan oleh Polri.

Dia bilang kliennya juga direncanakan akan keluar rutan Bareskrim Polri. Rencananya, Jumhur akan kembali disidangkan pada Senin (10/5) mendatang.

"Per hari ini, Jumhur dikeluarkan dari tahanan. Agenda (pekan) saksi fakta yang meringankan dari kuasa hukum," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Politikus Partai Demokrat Andi Arief menjadi salah satu penjamin permohonan penangguhan penahanan Jumhur.

Total, ada 20 penjamin penangguhan penahanan Jumhur Hidayat.

Diketahui, Jumhur Hidayat didakwa menyebarkan berita bohong dan membuat keonaran lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, terkait Undang - Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca juga: Kemenkeu Buka Suara Terkait Pengelolaan Aset TMII Beralih ke Negara

Baca juga: Muncul Narasi Megawati Jual TMII ke China Terkait Pengambialihan, Kementrian Kominfo: Itu Hoaks

Baca juga: Moeldoko Minta Manajemen TMII Mulai Siapkan Diri Menuju Transisi Pengelolaan

Jaksa menilai cuitan Jumhur ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), dalam hal ini golongan pengusaha dan buruh.

Akibat dari cuitannya itu, timbul polemik di tengah masyarakat terhadap produk hukum pemerintah. Sehingga berdampak pada terjadinya rangkaian aksi unjuk rasa yang dimulai pada 8 Oktober 2020, hingga berakhir rusuh.

"Salah satunya, muncul berbagai pro kontra terhadap Undang-undang Cipta Kerja tersebut sehingga muncul protes dari masyarakat melalui demo. Salah satunya, demo yang terjadi pada tanggal 8 Oktober 2020 di Jakarta yang berakhir dengan kerusuhan," imbuh jaksa.

Cuitan Jumhur yang dianggap menyalakan api penolakan masyarakat terhadap UU Cipta Kerja terjadi pada 25 Agustus 2020. Melalui akun Twitter @jumhurhidayat, ia mengunggah kalimat "Buruh bersatu tolak Omnibus Law yang akan jadikan Indonesia menjadi bangsa kuli dan terjajah".

Kemudian pada 7 Oktober 2020, Jumhur kembali mengunggah cuitan yang mirip - mirip berisi "UU ini memang utk PRIMITIVE INVESTOR dari RRC dan PENGUSAHA RAKUS. Kalau INVESTOR BEERADAB ya seperti di bawa ini".

Atas perbuatannya, Jumhur didakwa dengan dua dakwaan alternatif. Pertama, Pasal 14 ayat (1) jo Pasal 15 Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 KUHP, atau Pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan dari Undang - Undang RI nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Jumhur Hidayat Keluar Rutan Bareskrim Polri
Penulis: Igman Ibrahim

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved