Breaking News:

Kendalikan Mobilitas Penduduk ke Kota Depok, Pemkot Akan Gelar Operasi Yustisi Setelah Cuti Lebaran

Pemerintah Kota Depok juga telah memberlakukan Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM) bagi warga yang hendak keluar atau datang Kota Depok.

Penulis: Dedy
Editor: Dedy
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan Pemerintah Kota Depok bakal menggelar operasi yustisi administrasi kependudukan setelah berakhirnya masa cuti Idul Fitri 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Seperti tahun-tahun sebelumnya, setelah Hari Raya Idul Fitri berakhir biasanya banyak warga pendatang bertandang ke wilayah Jabodetabek.

Tak ayal untuk mengawasi masuknya warga baru, Pemerintah Kota Depok bakal menggelar operasi yustisi administrasi kependudukan setelah berakhirnya masa cuti Idul Fitri 2021.

"Setelah cuti Idul Fitri dilakukan pengawasan dan operasi yustisi administrasi kependudukan," tulis Wali Kota Depok, Mohammad Idris, dalam keterangan resminya, Kamis (6/5/2021) seperti dilansir TribunJakarta.com.

Idris mengatakan, operasi ini dilakukan guna mengendalikan mobilitas penduduk, yang datang ke Kota Depok.

"Untuk mengendalikan mobilitas penduduk yang masuk ke Kota Depok," jelasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Depok juga telah memberlakukan Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM) bagi warga yang hendak keluar atau datang Kota Depok.

"Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dikecualikan dari kebijakan peniadaan mudik, yang akan ke luar wilayah Kota Depok, bentuk dispensasi diberikan dengan Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM) yang dikeluarkan oleh lurah setempat," ujar Idris.

Soal SDKM, Idris menjelaskan bahwa setiap warga yang hendak mengajukan surat tersebut, wajib mengisi biodata dengan lengkap seperti nama, tempat tanggal lahir, nomor induk, alamat terkini, hingga kapan dan kemana kota tujuannya.

Kemudian, pemohon surat tersebut juga wajib memilih satu dari beberapa alasan yang tertera, di antaranya adalah kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal, hamil atau kepentingan persalinan, atau pelaku perjalanan dengan ketentuan nonmudik lainnya.

Ketentuan ini juga berlaku bagi pendatang di Kota Depok, yang harus memiliki surat serupa seperti SDKM dari daerah asalnya.

Idris mengatakan, isolasi mandiri juga berlaku bagi para pendatang selama tiga hari, serta melaporkan diri kepada Satgas Kampung Siaga Tangguh Jaya.

"Selanjutnya melakukan lapor diri kepada RT/RW/Satgas Kampung Siaga Tangguh Jaya yang dituju dan melakukan isolasi mandiri minimal tiga hari," pungkasnya.

Baca juga: Taati Seruan Mendagri Gubernur Banten Batalkan Acara Bukber Bahkan Salat Id Sepertinya di Rumah Saja

Baca juga: Jadi Tempat Berburu Takjil Dinkes-Satpol PP Gelar Tes GeNose di Pasar Lama, Hasilnya 4 Orang Positif

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved