Kasus Covid19

Wakil Ketua DPRD DKI Minta Warga Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia

Legislator meminta warga DKI Jakarta untuk belajar dari pengalaman kasus Covid-19 di negara Singapura dan Malaysia yang terus merangkak naik.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan, penyebaran Covid-19 gelombang kedua cenderung meningkat di negara tetangga, karena itu dia berharap masyarakat bisa mematuhi aturan larangan mudik. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator meminta warga DKI Jakarta untuk belajar dari pengalaman kasus Covid-19 di negara Singapura  dan Malaysia yang terus merangkak naik.

Di kedua negara itu disebutkan, ruang perawatan khusus Covid-19 terutama ketersediaan ICU semakin menipis.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan, penyebaran Covid-19 gelombang kedua cenderung meningkat di negara tetangga.

Dia mengingatkan warga Jakarta untuk menahan diri untuk tidak mudik saat libur lebaran Idul Fitri 1442 H, dan hindari berkerumun saat berbelanja karena berpotensi besar terhadap penularan virus.

Baca juga: Tes GeNose di Terminal Kalideres Ditingkatkan seiring Peningkatan Penumpang Jelang Larangan Mudik

Baca juga: Jelang Larangan Mudik, Kabaharkam Polri: Jangan Mencari Jalur Tikus, Carilah Jalan yang Benar

“Per 2 Mei data dari Kementrian Kesehatan menunjukan DKI menjadi provinsi dengan penambahan kasus postif Covid terbanyak di Indonesia,” kata Zita, Rabu (5/5/2021).

Zita mengatakan, kasus Covid-19 di Jakarta sebelumnya sempat menurun, namun sekarang melambung lagi.

Anak dari Ketum PAN Zulkifli Hasan ini memandang, lonjakan kasus Covid-19 harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah maupun warga Jakarta.

“Warga Jakarta harus menahan diri karena di Malaysia sekarang darurat Corona, ICU-nya hampir penuh. Singapura juga, sudah ada ultimatum khusus. Jangan sampai Jakarta begitu,” ujarnya.

Menurut Zita, warga Jakarta tentunya tak ingin kasus Covid-19 di Ibu Kota meroket seperti halnya di New Delhi, India.

Di sana jumlah kasus konfirmasi Covid-19 dan korban meninggal dunia meroket, bahkan rumah sakit milik pemerintah dan swasta kehabisan tabung oksigen untuk pasien berkategori penderita berat.

Baca juga: Wisma Atlet Siaga Lonjakan Kasus Covid-19, Kapuskes TNI: Ibarat Perang, Posisi Kami Siap Menembak

Baca juga: Anies Perpanjang PPKM Mikro hingga 17 Mei Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang dan Pascalebaran

Zita berharap, Pemprov DKI bekerja lebih ekstra, dan menindak tegas pihak yang melanggar prokes.

Pemerintah daerah juga harus memasifkan lagi kampanye bahaya corona, karena dia memandang kampanyenya mulai meredup.

“Kita tidak mau melihat seperti di India oleh karenanya, saya mengimbau warga Jakarta harus menahan diri. Ditahan nafsu untuk keluar, kumpul, belanja dan sebagainya yang berpotensi terhadap penularan Covid-19,” jelasnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro selama dua pekan, dari Selasa (4/5/2021) sampai Senin (17/5/2021).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved