Breaking News:

Berita nasional

Survei Capres Litbang Kompas, Qodari: Imajinasi Kepemimpinan Nasional Tetap Jokowi dan Prabowo

Senang sekali dengan hasil survei ini, karenakan survei ini membuktikan statement saya, kepercayaan saya

TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyarankan parpol jangan sampai menyodorkan pemimpin dalam Pilpres nanti yang tidak ada dukungannya atau tidak ada di hati masyarakat 

Wartakotalive.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyambut gembira atas temuan survei calon Presiden 2024 yang diselenggarakan Litbang Kompas pada April 2021 yang menunjukkan nama Jokowi dan Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan nama-nama tokoh lainnya.

Kegembiraan Qodari tersebut cukup beralasan, mengingat dia adalah deklarator Jokowi-Prabowo versus kotak kosong di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Qodari, melalui pertanyaan terbuka yang ditanyakan langsung kepada masyarakat, hasilnya membuktikan bahwa kepemimpinan Republik Indonesia ke depan dalam imajinasi politik masyarakat Indonesia masih pada dua nama yaitu Jokowi dan Prabowo.

“Senang sekali dengan hasil survei ini, karenakan survei ini membuktikan statement saya, kepercayaan saya, bahwa imajinasi politik masyarakat Indonesia tentang pemimpin yang tepat memimpin Republik ini masih pada dua nama yaitu Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” kata Qodari saat dikonfirmasi, Rabu (5/5/2021).

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, sebanyak 24 persen masyarakat Indonesia akan kembali memilih Joko Widodo untuk menjadi Presiden, disusul Prabowo Subianto sebesar 16,4 persen dan Anies Baswedan 10 persen.

Sementara, delapan nama lainnya memiliki elektabilitas di bawah 10 persen yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (7,3 persen), Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (3,1 persen), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (3,3 persen).

Mekipun nama Jokowi dan Prabowo di puncak survei, Qodari menjelaskan bahwa konstitusi sekarang, jabatan Presiden dibatasi hanya dua periode saja, akan tetapi kalau diadakan amandemen UUD 1945 presiden diperbolehkan menjabat 3 periode.

Qodari menyebut Presiden Jokowi berpeluang terpilih kembali.

“Akan tetapi kalau misalnya bisa diadakan perubahan menjadi 3 periode maka yang akan paling kuat tetap Pak Jokowi,” ungkapnya.

Qodari membayangkan, bila Jokowi dan Prabowo bergabung dengan didukung mayoritas partai politik pada 2024 mendatang, maka kemungkinan besar pasangan ini akan berhadapan dengan kotak kosong dan akan menuai dukungan dari masyarakat yang sangat kuat untuk kepemimpinan nasional.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved