Wawancara Eksklusif

GM PLN UID Jakarta Doddy Pangaribuan: Diskon 30 Persen saat Isi Daya Mobil Listrik (2-Habis)

PLN menyediakan potongan harga alias diskon hingga 30 persen jika melakukan pengisian daya kendaraan listrik di rumah pada jam tertentu.

Penulis: Eko Priyono | Editor: Lucky Oktaviano
Dok PLN UID Jakarta Raya
GM PLN UID Jakarta Raya Doddy Pangaribuan mengatakan bahwa pihaknya menyediakan potongan harga alias diskon hingga 30 persen jika melakukan pengisian daya kendaraan listrik di rumah pada jam tertentu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- PLN mendukung langkah pemerintah memobilisasi kendaraan listrik.

Bahkan mereka menyediakan potongan harga alias diskon hingga 30 persen jika melakukan pengisian daya kendaraan listrik di rumah pada jam tertentu.

Simak penjelasan lengkapnya pada lanjutan wawancara tim redaksi Warta Kota dengan Doddy Pangaribuan, General Manager PLN UID Jakarta Raya yang berlangsung secara virtual belum lama ini:

Sebelum Anda menjelaskan perihal kendaraan listrik, bisa dijelaskan perilaku masyarakat di Jakarta saat menggunakan listrik, apakah masuk kategori boros?

Saya sudah berkeliling di antaranya ke Jawa Barat, Riau, Bali, Banten, kemudian Jakarta, memang dengan tingkat pendapatan atau kesejahteraan yang relatif lebih tinggi, memang (penggunaan listrik di Jakarta) cenderung lebih tinggi daripada provinsi lain.

Namun buat kami tidak ada masalah yang penting mereka bayar dan mengunakan untuk kegiatan yang produktif.

Tapi kalau dibandingkan konsumsi listrik per kapita dengan negara lain, Indonesia itu baru 1100 kwh per kapita per tahun.

Baca juga: GM PLN UID Jakarta Raya Doddy Pangaribuan: Pegawai PLN Kontrak Jempol Darah Bekerja 24 Jam (1)

Tapi untuk Jakarta sendiri 4000 kwh per kapita per tahun. Nah negara lain misalnya Malaysia itu 5000 kwh secara Nasional, Thailand sampai 8000 kwh.

Kenapa berbeda? Karena listrik di negara maju digunakan untuk kegiatan produktif, nah kalo di kita mayoritas pelanggannya rumah tangga.

Jadi kalau kita lihat antara kota-kota pemakaian per kapita, Jakarta lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Saya tidak menyebut boros karena yang penting digunakan untuk kegiatan yang produktif dan pelanggan membayar.

Terkait perilaku juga, hampir dalam setiap kasus kebakaran di permukiman, yang sering dipersepsikan salah itu listriknya. Bagaimana pandangan PLN terhadap hal tersebut?

Mengenai hal itu, saya sebagai engineer, listrik tidak mudah begitu saja listrik dituding sebagai penyebab kebakaran.

Pertama, (kepada) seluruh pelanggan kami, salah satu syarat melistriki bangunan, ada yang namanya sertifikat laik operasi.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved