Breaking News:

Berita Nasional

Febri Diansyah: Ada Kasus-kasus Besar Sedang Ditangani Penyidik yang Akan 'Disingkirkan' dari KPK

Yang lebih konyol lagi, menurut Febri, kembali diembuskannya isu soal Taliban dan radikalisme yang menurutnya cukup naif.

Istimewa
FEBRI Diansyah, mantan Juru Bicara KPK 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah prihatin melihat kabar dugaan upaya penyingkiran para penyidik dan pegawai KPK.

Febri menilai, pegawai KPK yang terancam terusir dari lembaga antirasuah tersebut memiliki kredibilitas baik dan sering terlibat dalam pengungkapan kasus-kasus besar korupsi.

Febri menyebut, kondisi yang terjadi sekarang ini merupakan buah dari revisi Undang-undang KPK yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu.

"Jika mereka yang bersih dan berjuang membongkar skandal korupsi justru ingin diusir dari lembaga antikorupsi, inilah yang sesungguhnya pantas disebut pembusukan upaya pemberantasan korupsi.

Baca juga: Dilemma Mumtaz Rais, Ikut Partai Ummat Besutan Ayahnya Atau Tetap Bersama Mertuanya di PAN?

Baca juga: Kondisi Terbaru Guru Susan yang Lumpuh usai Vaksinasi Covid-19 Mulai Membaik, Jokowi Kirim Bantuan

Buah revisi UU KPK satu persatu terlihat. KPK tmpak tumbuh dengan kontroversi dan minim prestasi," jelas Febri melalui akun Twitternya, dilihat pada Rabu (5/5/2021).

Febri menjelaskan, sejumlah penyidik yang namanya beredar di media dan dikabarkan tidak lolos dalam asesmen wawasan kebangsaan (TWK) Badan Kepegawaian Negara (BKN)., saat ini sedang menangani kasus-kasus besar.

"Ada kasus-kasus besar yang skrg sedang ditangani sjumlah penyidik yang namanya beredar di media akan disingkirkan dari KPK. Sebut saja korupsi Bansos Covid-19, suap Benur di KKP, kasus suap trkait izin di ESDM dengan tersangka Samin Tan yang baru ditangkap beberapa waktu lalu, E-KTP dan juga (kasus) Tanjung Balai," ungkapnya.

Baca juga: Setelah Ejek HRS dan Munarman, Dewi Tanjung Minta Polisi Penjarakan Si Ompong, Siapa Dia?

Baca juga: CILUKBA, Pemudik Ketahuan Sembunyi di Balik Terpal Mobil Pikap saat Razia, Disuruh Muter Balik

Yang lebih konyol lagi, menurut Febri, kembali diembuskannya isu soal Taliban dan radikalisme yang menurutnya cukup naif.

"Bahkan ada tim penyidik yang dulu pernah menangkap Setya Novanto, Ketua DPR RI dalam kasus E-KTP.

Lebih konyol lagi, mereka distempel Taliban dan Radikal. Narasi yang juga dgunakan untuk menyerang lawan-lawan politik dan melegitimasi proses Revisi UU KPK. Oleh orang-orang dan robot yang sama," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved