Breaking News:

Mudik

Cerita Sherly Nekad Bawa Empat Anaknya Mudik Melalui Bandara Soekarno-Hatta

Oleh karena tak mudik tahun lalu, Sherly nekad membawa empat anaknya mudik tahun ini melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Seorang calon penumpang pesawat, Sherly, nekad mudik meski ada larangan dari pemerintah melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dia bersama empat anaknya mudik ke Palembang, karena tahun lalu tak mudik. 

Menurut Zita, penyebaran Covid-19 gelombang kedua cenderung meningkat di negara tetangga.

Dia mengingatkan warga Jakarta untuk menahan diri untuk tidak mudik saat libur lebaran Idul Fitri 1442 H, dan hindari berkerumun saat berbelanja karena berpotensi besar terhadap penularan virus.

“Per 2 Mei data dari Kementrian Kesehatan menunjukan, DKI menjadi Provinsi dengan penambahan kasus postif Covid terbanyak di Indonesia,” kata Zita.

Zita mengatakan, kasus Covid-19 di Jakarta sebelumnya sempat menurun, namun sekarang melambung lagi.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik, ASDP Cabang Utama Merak Mengerahkan 29 Kapal Roro Bantu Seberangkan Penumpang

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Pelayanan Operasional Terminal Baranangsiang Bogor Dihentikan 6-17 Mei 2021

Anak dari Ketum PAN Zulkifli Hasan ini memandang, lonjakan kasus Covid-19 harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah maupun warga Jakarta.

“Warga Jakarta harus menahan diri karena di Malaysia sekarang darurat Corona, ICU-nya hampir penuh. Singapura juga, sudah ada ultimatum khusus. Jangan sampai Jakarta begitu,” ujarnya.

Menurut Zita, warga Jakarta tentunya tak ingin kasus Covid-19 di Ibu Kota meroket seperti halnya di New Delhi, India.

Di sana jumlah kasus konfirmasi Covid-19 dan korban meninggal dunia meroket, bahkan rumah sakit milik pemerintah dan swasta kehabisan tabung oksigen untuk pasien berkategori penderita berat.

Zita berharap, Pemprov DKI bekerja lebih ekstra, dan menindak tegas pihak yang melanggar prokes. Pemerintah daerah juga harus memasifkan lagi kampanye bahaya corona, karena dia memandang kampanyenya mulai meredup.

“Kita tidak mau melihat seperti di India oleh karenanya, saya mengimbau warga Jakarta harus menahan diri. Ditahan nafsu untuk keluar, kumpul, belanja dan sebagainya yang berpotensi terhadap penularan Covid-19,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved