Breaking News:

Wajibkan SIKM Bagi Masyarakat Keluar Kota, Beberapa Keperluan Mendesak Ini Bisa Ditandatangani Lurah

Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) yang dikeluarkan oleh kelurahan domisili tinggal berlaku hanya untuk satu kali perjalanan.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman mengatakan, baik masyarakat yang merupakan pekerja sektor informal maupun non pekerja wajib membawa Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) yang dilengkapi dengan tanda tangan basah atau elektronik dari Lurah domisili tempat tinggal pemohon serta indentitas diri calon pelaku perjalanan. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Masyarakat Kota Tangerang yang merupakan pekerja sektor informal maupun non pekerja wajib membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) selama masa peniadaan mudik mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Imbauan itu disampaikan menyusul dikeluarkannya aturan Pemerintah Kota Tangerang yang mengatur masyarakat yang akan melakukan perjalanan baik dari luar menuju Kota Tangerang maupun sebaliknya.

SIKM tersebut, kata Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, dilengkapi dengan tanda tangan basah atau elektronik dari Lurah domisili tempat tinggal pemohon serta indentitas diri calon pelaku perjalanan.

"Yang bisa ditandatangani oleh Lurah hanya untuk keperluan yang sifatnya mendesak. Seperti keluarga yang sakit, meninggal, ibu hamil dan hanya boleh didampingi satu orang," ujar Herman saat ditemui di Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (4/5/2021).

"Dan alasan persalinan yang hanya boleh didampingi dua orang," sambungnya.

Herman menambahkan selama masa peniadaan mudik, masyarakat Kota Tangerang yang membawa Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) yang dikeluarkan oleh kelurahan domisili tinggal berlaku hanya untuk satu kali perjalanan.

"Yang bisa mengurus hanya beberapa kriteria masyarakat saja, sesuai dengan surat edaran Satgas Covid-19," ucap Herman.

Lebih lanjut Herman mengungkapkan, adapun golongan yang diperbolehkan melakukan perjalanan selama masa peniadaan mudik di antaranya kendaraan pelayanan distribusi logistik.

"Formatnya SIKM sudah dibuat dan langsung disosialisasikan ke Lurah dan Camat," kata Sekda. (dik)

Bangun Posko Penyekatan di 7 Titik

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan mendirikan posko penyekatan di sejumlah wilayah perbatasan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Ika mengatakan setidaknya ada tujuh titik lokasi yang bakal didirikan posko penyekatan.

"Penyekatan secara nasional yang saya bilang ada dua lokasi itu di Puspiptek dan di Bitung. Kalau di Tangselnya sendiri ada lima titik penyekatan terutama di perbatasan Tangsel dan Gading Serpong, perempatan Muncul, perempatan Viktor, di Po Bus Kramat Jati yang ada di Jalan RE. Martadinata, dan di Bintaro," katanya saat dihubungi awak media, Selasa (4/5/2021).

Ika mengatakan lokasi pendirian posko penyekatan tersebut merupakan perbatasan wilayah Kota Tangsel dengan wilayah lainnya seperti DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Sebab, larangan mudik itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

"Jadi selama itu (Dishub Kota Tangsel-red) gabung petugas dari TNI, Polri, Satpol PP dari H-7 sampai H+7 (Lebaran-red)," pungkasnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved