Breaking News:

Pilih Mudik Naik Bus AKAP, Kuli Bangunan Ini Tak Perlu Persiapkan SIKM dan Tes Swab Antigen

eman-teman juga sudah pulang naik travel kemarin malam. Bayarnya Rp 450 ribu, padahal kalau hari biasa hanya Rp 200 ribu

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota
Suasana Terminal Induk Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Selasa (4/6/2021). 

“Enggak swab. Saya juga enggak siapin surat izin, tapi kalau sampai sana (Cilacap) harus lapor RT dan RW, kemudian disuruh buat isolasi di rumah dulu,” tutur Muslimin.

Geliat aktivitas masyarakat yang hendak melakukan mudik di Terminal Induk Bekasi, semakin meningkat seiring mendekatnya waktu pemberlakuan larangan mudik pada Kamis (6/5) mendatang.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, cukup banyak masyarakat yang hilir mudik di kawasan terminal. Sebagian besar dari mereka membawa tas berukuran besar.

Sirkulasi pergerakan keluar masuk bus-bus AKAP juga terlihat padat, terutama bagi bus-bus dengan rute menuju kota-kota di Jawa Barat dan Tengah.

Berdasarkan data rekapitulasi keberangkatan dan kedatangan penumpang dalan rangka angkutan lebaran tahun 1422 Hijriah di Terminal Induk Bekasi, tercatat total sebanyak 8.425 orang yang telah meninggalkan Kota Bekasi.

Rekapitulasi tersebut terhitung sejak pemerintah melakukan pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), atau pada Kamis (22/4) lalu.

Kepadatan tertinggu tercatat terjadi pada Minggu (2/5) lalu, di mana total sebanyak 171 unit bus yang keluar Kota Bekasi, dengan jumlah penumpang sebanyak 2.025 orang.

Berikut rincian rekapitulasi kedatangan dan keberangkatan penumpang di Terminal Induk Bekasi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved