Breaking News:

Larangan Mudik

Penyedia Jasa Penukaran Uang di Ciputat Mengaku Sepi Akibat Larangan Mudik

Seperti biasa jasa penukaran uang selalu diserbu masyarakat jelang Lebaran, namun kali ini tidak demikian. Oleh karena adanya larangan mudik.

Warta Kota/Rizki Amana
Sianturi (47) selaku penyedia jasa penukaran uang di kawasan Ciputat, Kota Tangsel, mengaku sepi jasa karena adanya kebijakan larangan mudik. 

WARTAKOTALIVE.COM< TANGSEL - Jelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah sejumlah orang yang menjajahkan jasa penukaran uang mulai meramaikan Jalan Jakarta - Bogor, tepat berdekatan dengan Terminal Bayang Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Seperti halnya Sianturi (47), yang membuka jasa penukaran uang bersama seorang istri dan anaknya di kawasan tersebut. 

Meski di tengah teriknya matahari, ia duduk dengan bangku plastiknya tepat di depan puluhan juta rupiah dalam pecahan mata uang Rp 2.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000 yang diletakannya pada meja plastik tak kurang dari ukuran 40 X 40 sentimeter. 

Baca juga: Tiap Minggu Nurhadi Tukar Uang Dua Kali, untuk Kebutuhan Harian dan Bayar Gaji Buruh Serta Pengawal

Tangan kirinya selalu memegang gepokan uang tersebut bertanda penawarannya kepada sejumlah pengguna jalan yang melintas kawasan tersebut. 

"Tadi kita bawa Rp 10 juta ini tinggal berapa saya belum tahu (hitung-red), ini saja yang dikasih bos pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 2.000," katanya saat ditemui sedang menjajahi jasanya tersebut di kawasan Ciputat, Kota Tangsel, Selasa (4/5/2021).

Sianturi mengatakan, dirinya telah melakoni profesi musiman tersebut sejak 10 tahun lamanya. 

Namun, dirinya mengaku sempat absen melakoni profesi musiman tatkala situasi yang tak menentu akibat pandemi covid-19 melanda pada Hari Raya Lebaran pada tahun 2020 lalu. 

"Kalau ini (profesi-red) musiman bukan lama. Sudah 10 tahun setiap Lebaran di sini saja. Kalau tahun sebelumnya kemarin kita enggak ada, baru tahun ini lagi," jelasnya. 

Ia menjelaskan jasa tersebut tak mematok tarif bagi para penukarnya. 

Baca juga: Buronan KPK Nurhadi Terlacak di Money Changer, Tukar Uang Hingga Rp 2,5 M, Mengapa Bisa Sebebas itu?

Sianturi mengaku hanya setiap jasa penukaran yang dilakukan, ia menyerahkan tarif yang diberlakukan oleh para penukarnya tersebut. 

"Kalau Rp 2. 000 tetap lembarannya kita kasih Rp 100.000. Tinggal si penukar tambahin saja Rp 10.000,” ujarnya.

“Jadi enggak ada presentasenya. Tinggal nambahin sama kita ikhlas apa enggak kalau enggak, enggak usah," imbuhnya.

Sementara itu, ia mengaku adanya larangan mudik yang diberlakukan pemerintah berimbas terhadap penurunan jasa penukaran uang tersebut. 

"Berimbas, sepi saja, gimana mau ramai kalau masih ada (virus-red) corona," pungkasnya.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved