Breaking News:

Kadis SDA DKI Diperiksa terkait Dugaan Korupsi. Sugiyanto: Wajar Kasus Lama Ditindaklanjuti

semua pihak harus mengedepankan azas praduga tak bersalah dalam menyikapi persoalan yang terjadi enam tahun lalu itu.

Warta Kota
Sugiyanto 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Organisasi kemasyarakatan, Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru menilai merupakan suatu hal yang wajar bila aparat penegak hukum menangani perkara hukum yang sudah lama.

Tidak terkecuali, kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat yang dilakukan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal pada 2015 lalu.

“Dalam pandangan hukum, saya kira memang hal yang wajar jika ada kasus lama, kemudian ditindaklanjuti setelah beberapa tahun,” kata Ketua Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru Sugiyanto pada Selasa (4/5/2021).

Namun demikian, Sugiyanto meminta kepada semua pihak untuk mengedepankan azas praduga tak bersalah dalam menyikapi persoalan yang terjadi enam tahun lalu itu. Dengan begitu, hak yang bersangkutan di hadapan hukum tetap terjaga dan bisa dipulihkan.

Baca juga: Pemprov Jateng Beri Bantuan Insentif dan Bosda Senilai Rp281 Miliar

Baca juga: Kondisi Terbaru Guru Susan yang Lumpuh usai Vaksinasi Covid-19 Mulai Membaik, Jokowi Kirim Bantuan

“Menyangkut persoalan hukum, pastinya harus melewati sejumlah proses. Mulai dari penyelidikan, penyidikan dan proses lainnya. Karena itu, biarkan proses itu berjalan tanpa harus mengurangi hak yang bersangkutan di hadapan hukum,” ujar Sugiyanto.

Dia menduga, ada pihak-pihak yang menginginkan Yusmada yang baru beberapa bulan dilantik itu tersandung persoalan hukum. Dengan begitu, kinerja di Dinas SDA DKI Jakarta akan terganggu.

“Saya harapkan hal ini tidak mengganggu kinerja Yusmada dalam menuntaskan program pembangunan di Ibu Kota, terutama persoalan banjir,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal atas dugaan praktik korupsi pengadaan alat berat. Pemeriksaan itu berkaitan ketika Yusmada menjadi Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta pada tahun 2015 silam.

“Betul, YF dimintai keterangan tahap penyelidikan saat itu menjabat Kadis Bina Marga selaku PA (pengguna anggaran),” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam saat dikonfimrasi pada Sabtu (1/5/2021).

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, Yusmada menjalani pemeriksaan pada Rabu (21/4/2021) lalu di Wisma Mandiri, Jakarta Pusat. Dia dimintai keterangan sekaligus diwajibkan membawa dokumen-dokumen yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan pada UPT Peralatan dan Perbekalan Dinas Bina Marga DKI Jakarta tahun anggaran 2015.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim Sebut PTM Dapat Bentuk Karakter Pelajar, Ini Syaratnya

Baca juga: Buntut Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Legislator Minta Pemprov DKI Melakukan Evaluasi

Hal itu berdasarkan surat perintah penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : PRINT- 04/M.1/Fd.1/04/2021 tanggal 8 April 2021 lalu. Namun demikian, Ashari tak menjelaskan hasil pemeriksaannya karena dia beralasan itu merupakan substansi dari para penyidik.

Dia juga tak bisa memastikan apakah Yusmada Faizal bakal diperiksa penyidik lagi atau tidak. Kata dia, hal itu tergantung keputusan penyidik yang menangani dugaan praktik korupsi tersebut.

“Itu tergantung penyidik, kalau misalnya keterangannya masih diperlukan pasti dipanggil lagi. Tapi yang jelas pastinya saya nggak tahu karena tergantung fakta yang terungkap,” jelas Ashari.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved