Breaking News:

Industri Penyiaran

Johnny G Plate Ingin Memajukan Industri Penyiaran Jelang Berakhirnya Teknologi Analog pada 2022

Pemerintah telah menetapkan pemenang seleksi penyelenggara Multipleksing TV Digital Teresterial tahun 2021.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menetapkan pemenang Seleksi Penyelenggara Multipleksing TV Digital Teresterial Tahun 2021. Penetapan itu merupakan bagian dari kebijakan digitalisasi penyiaran dan implementasi Analog Switch Off (ASO) untuk memajukan industri penyiaran di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan pemenang seleksi penyelenggara Multipleksing TV Digital Teresterial tahun 2021. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, penetapan itu merupakan bagian dari kebijakan digitalisasi penyiaran dan implementasi Analog Switch Off (ASO) untuk memajukan industri penyiaran di Indonesia.

“Tim seleksi telah mengumumkan hasil seleksi penyelenggaraan Multipleksing Siaran Televisi Digital di 22 provinsi atau wilayah layanan pada tanggal 26 April 2021 lalu,” ujar Johnny, Selasa (4/5/2021). 

Tim seleksi juga telah memberikan jawaban serta klarifikasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan telah memberikan kesempatan masa sanggah hingga 30 April 2021. 

Baca juga: Johnny G Plate Pastikan Komitmen Indonesia terhadap Program Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Menkominfo Johnny G Plate: Uji Coba Teknologi Seluler 5G Sudah Dilakukan 12 Kali

"Oleh karenanya, Kementerian Kominfo menetapkan pemenang seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial,” ungkap Johnny.

Hasil seleksi dirinci dengan jumlah wilayah layanan yang diperoleh antara lain Emtek Group 9 layanan, Metro 9 Layanan, NTV 2 layanan, RCTI (MNC) 9 layanan, Trans TV 9 layanan dan Viva 5 layanan.

"Sehingga total 43 jumlah wilayah layanan dalam ketetapan pemenang seleksi tersebut," ujarnya.

Melalui penetapan hasil seleksi itu, penyelenggara multipleksing pemenang seleksi berhak atas pengelolaan maksimal 50 persen dari kapasitas saluran siaran multipleksing untuk program siaran afiliasi.

"Sebesar 50 persen sisa kapasitas siaran disewakan kepada Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), Lembaga Penyiaran Lokal (LPL), dan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) melalui mekanisme yang ada oleh penyelenggara mux bersama LPL dan LPK," tegasnya.

Sementara TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), menurut Johnny juga memiliki slot siaran yang dapat dimanfaatkan penyelenggara penyiaran LPS, LPL, dan LPK. 

Baca juga: Sandiaga Uno dan Johnny G Plate Sebut Era Internet Cepat Kunci Peluang Ekonomi Kreatif

Baca juga: VIDEO Menkominfo Johnny G Plate Sebut Puskesmas Jurang Mangu Siap Laksanakan Vaksinasi Covid-19

"Karena tidak semua slot di mana TVRI sebagai penyelenggara mux digunakan sepenuhnya oleh TVRI sendiri. Sehingga cadangan tersisa dapat dimanfaatkan oleh LPS, LPL dan LPK," jelasnya.

Selanjutnya, seluruh Penyelenggara Multipleksing Pemenang Seleksi agar segera menyelesaikan segala kewajiban-kewajibannya sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

"Dalam hal ini paling penting adalah infrastruktur. Kewajiban ini menjadi prasyarat yang harus dipenuhi, dan pemerintah akan meninjau serta mengevaluasi realisasi tersebut,” ucapnya.

Johnny mengharapkan melalui penetapan ini, LPS yang sudah terseleksi dan dipilih dapat segera mengambil langkah-langkah dan persiapan agar pada 2 November 2022 siaran analog diakhiri. 

Baca juga: Sriwijaya Air Jatuh, Menkominfo Johnny G Plate Sebut Tak Ada Gangguan Layanan Komunikasi Penerbangan

Baca juga: Menkominfo Johnny G. Plate Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Zulfikar, Haikal Hassan: Lebay John

“Dan mengawali full penyiaran digital dengan harapan bahwa industri penyiaran kita semakin berkembang pesat dan maju di era digital,” tandas Johnny.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved