Breaking News:

Berita Bekasi

Jasa Marga Prediksi Besok 138.508 Kendaraan Keluar Jabodetabek Jelang Lebaran

PT Jasa Marga memprediksi puncak lalu lintas keluar kendaraan dari Jabodetabek pada masa pengetatan mudik akan terjadi, Rabu (5/5/2021) esok.

Dok PT Jasa Marga
Ilustrasi Gerbang Tol Cikampek Utama 2. PT Jasa Marga mendukung pemerintah yang memberlakukan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Larangan mudik Lebaran untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). 

Alasannya, polisi juga sudah mengendus modus masyarakat yang tetap ngotot ingin mudik saat diberlakukan larangan mudik lebaran.

“Modusnya itu-itu juga, ada yang towing, kendaraan logistik, ngumpet di WC bus, bagasi bus, lintasi jalur tikus, atau perahu eretan itu, modusnya sudah kita ketahui semuanya,” katanya.

Ada tujuh titik pos penyekatan di wilayah Kabupaten Bekasi yakni Cibarusah, Kedungwaringin, Setu, Jembatan Cibeet.

Serta tiga gerbang tol yakni, Cikarang Barat, Cibatu dan Cikarang Pusat.

Baca juga: PO Bus Bisa Ajukan Stiker Khusus untuk Melakukan Perjalanan Saat Larangan Mudik Secara Online

Baca juga: Kemenhub Keluarkan Stiker Khusus Perjalanan saat Larangan Mudik, IPOMI: Jangan Disalahgunakan

Polres Metro Bekasi juga mendirikan tujuh posko pelayanan di tempat wisata agar bisa meminimalisir terjadinya kerumunan masyarakat.

Selain itu,  dibangun 222 pos pelayanan, 116 pos pengamanan yang disebar di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Kita lakukan upaya maksimal, lalu ada sanksi bagi mereka yang melanggar saat penyekatan nanti," ucapnya.

Untuk kendaraan travel jika kedapatan melakukan perjalanan mudik akan dilakukan penindakan, bukan hanya diputar balik.

Mereka juga akan ditahan untuk diberikan hukuman berupa denda maupun kurungan.

Baca juga: Railink Akan Refund Tiket Calon Penumpang KA Bandara 100 Persen saat Periode Larangan Mudik

Baca juga: Update Larangan Mudik, Kereta Api Jarak Jauh Hanya untuk Perjalanan Mendesak dan Non-mudik

"Kami juga akan mengawasi kendaraan-kendaraan terutama travel gelap, maupun travel resmi yang menyalahi trayek," katanya.

Hal itu diatur dalam pasal 308 UUD Nomor 22 tahun 2019 .

Hendra Gunawan menambahkan, pelanggar aturan larangan mudik Lebaran akan dikenakan sanksi berupa kurungan atau denda.
 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved