Breaking News:

Wali Kota Bekasi Sesalkan Insiden Pria Diusir karena Pakai Masker Salat di Masjid

ia melaporkan aduan ke kepolisian dengan harapan agar pihak DKM Masjid lebih memperhatikan protokol kesehatan selama pandemi covid-19.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Agus Himawan
Istimewa
Video viral pengusiran jamaah 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Video pengurus masjid mengusir jamaah yang memakai masker saat hendak salat viral di media sosial. Diketahui, peristiwa itu terjadi di Masjid Al Amanah Harapan Indah Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 27 April 2021 siang.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyesalkan insiden tersebut di tengah masyarakat menjalankan ibadah puasa. “Pertama kita menyesalkan bahwa sejak Maret 2020, Pemerintah Kota Bekasi itu sudah punya standar pengendalian Covid-19, baik di kegiatan umum maupun juga di sarana-sarana rumah ibadah,” ujar Rahmat, kepada awak media, pada Senin (3/5/2021).

Rahmat menerangkan di tengah masa pandemi Covid-19, pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan tidak terkecuali saat menjalankan ibadah. Hal ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran wabah tersebut.

Baca juga: Covid-19 Varian India Sudah Terdeteksi Masuk Malaysia

Baca juga: Putri Larasati Pebulutangkis Spesialis Ganda Putri Mundur dari Pelatnas PBSI Karena Cedera Lutut

“Bahkan pada saat kita melaksanakan Idul Fitri 2020, kita minta di masjid itu ada panitia-panitia untuk supaya prepare terhadap prokes Covid-19,” imbuhnya.

Tindakan DKM Masjid Al Amanah kepada warga yang bernama Roni Oktavianto saat akan menjalankan ibadah salat, pada pukul 14.00 pada Selasa 27 April 2021 lalu, Rahmat sangat menyesalkan.

Ditegaskannya, bahwa seharusnya semua mempunyai tanggung jawab yang sama dalam pengendalian Covid-19 ini.

Di Kota Bekasi sendiri, walaupun angka penderita covid-19 sudah menurun, namun protokol kesehatan harus senantiasa dijaga oleh masyarakat.

“Maka kalau orang prokes-prokes itu kita ini sangat konsisten menerapkan prokes, Makanya sampai dengan Senin tadi, apel, 98 persen adalah angka kesembuhan. 0,79 kasus aktif. Artinya sudah sangat jauh di bawah,” tukasnya.

Ia berharap masyarakat bersama-sama mendukung himbauan pemerintah terkait dengan prokes serta kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Nah itu lah yang perlu saya sampaikan dan mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi di tempat-tempat lain. Bahwa prokes dalam rangka pengendalian Covid-19 wajib bagi kita untuk sama-sama kita laksanakan,” pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved