Breaking News:

Berita Jakarta

Video Ceramahnya di Gereja Viral dan Jadi Polemik, Gus Miftah: Saya Diundang, Ada Mas Anies Juga

Gus Miftah melalui sebuah rekaman video membenarkan memang dirinya berceramah di gereja tepatnya di sebuah gereja di Jakarta Utara.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Gus Miftah dalam peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (29/4/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pendakwah Gus Miftah memberikan klarifikasi atas viralnya video dirinya ketika sedang berceramah di sebuah gereja.

Pasalnya, tidak sedikit yang menyayangkan aksi Gus Miftah tersebut lantaran dianggap tidak perlu mencampuri urusan agama lain.

Gus Miftah pun memberikan informasi, meluruskan kabar yang beredar secara simpang siur itu.

Baca juga: Gus Umar Bingung Lembaga Dakwah NU Memprotes Polri yang Undang Khalid Basalamah: Salahnya di Mana?

Gus Miftah melalui sebuah rekaman video membenarkan memang dirinya berceramah di gereja tepatnya di sebuah gereja di Jakarta Utara.

Namun, ia mengatakan bahwa kehadiran dirinya atas undangan dari pihak gereja.

Itu pun dia datang bersama beberapa tokoh lain, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Akun Lembaga Dakwah PBNU Dicibir Usai Memprotes Polisi yang Undang Ustaz Khalid Basalamah

"Setelah beredarnya orasi kebangsaan saya di sebuah gereja di Jakarta Utara, tepatnya di GBI Penjaringan atas undangan panitia," ungkap Gus Miftah dalam video yang dilihat Senin (3/5/2021).

Gus Miftah menerangkan, dirinya saat itu diundang bersama dengan para tokoh lain.

Termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Adapun ia menegaskan dalam pidatonya ia hanya berorasi tentang kebangsaan, bukan mengenai peribadatan.

Baca juga: Kagumi Amien Rais hingga Deklarasikan Partai Ummat di Bogor, Fenny: Pak Amien Rais Pemimpin Sejati

"Saat itu saya hadir besama Gbernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmi dan beberapa tokoh agama, ada FKUB lah di sana. Dan itu atas undangan mereka.

Acara yang diberikan kepada saya pun judulnya orasi kebangsaan dalam  rangka peresmian GBI, bukan dalam rangka peribadatan," imbuhnya.

Gus Miftah pun tak masalah jika ada yang menuding kegiatannya itu salah.

Bahkan, Gus Miftah menyebut, ia telah dianggap sesat oleh sebagian warganet.

Baca juga: Raffi Ahmad Buka Pendaftaran Rans Angel Rans Cilegon, Nagita Slavina dan Maria Vania Akan Gabung

"Gara-gara itu juga, banyak netizen mengatakan Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal dan lain sebagainya. Saya malah bersyukur, alhamdulillah," imbuhnya.

Closing statemen viral

Diberitakan sebelumnya, closing statement atau pernyataan akhir yang disampaikan Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dalam peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara pada Kamis (29/4/2021) membuat bergetar.

Pesan tersebut seperti yang diunggahnya lewat akun instagramnya, @gusmiftah; pada Jumat (30/4/2021).

Mengenakan blangkon hitam yang dipadankan dengan kemeja putih serta sarung berwana hitam, Gus Miftah menyampaikan narasi yang kuat serta pesan yang sangat mendalam tentang persatuan.

Menurutnya, walau umat Islam dan Nasrani berbeda keyakinan, semua umat beragama katanya diungkapkannya sejatinya bersaudara.

Mereka tetap mencinta walaupun berbeda tujuan.

Hal tersebut dibuktikannya lewat harmonisnya umat beragama yang beribadah di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Gambir, Jakarta Pusat.

Kedua tempat ibadah itu katanya mampu berdiri saling berhadapan, menghilangkan perbedaan.

Berikut closing statement Gus Miftah selengkapnya:

Di saat aku menggenggam tasbihku dan kamu menggenggam Salibmu.

Disaat aku beribadah ke Istiqlal, namun engkau ke Katederal.

Di saat Bioku tertulis Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Biomu tertulis Yesus Kristus

Di saat aku mengucapkan Assalamualaikum dan kamu mengucapkan Salom.

Di saat aku mengeja Al-Quran dan kamu mengeja Al-Kitabmu.

Kita berbeda saat memanggil nama Tuhan

Tentang aku yang menengadahkan tangan dan kau yang melipatkan tangan saat berdoa.

Aku, kamu, kita.

Bukan Istiqlal dan Katederal yang ditakdirkan berdiri berhadapan dengan perbedaan, namun tetap harmonis.

Andai saja mereka bernyawa, apa tidak mungkin mereka saling mencintai dan menghormati antara satu dan yang lainnya.

Terima kasih, Assalamualaikum, Salom

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved