Breaking News:

Korupsi bansos covid19

Sidang Kasus Korupsi Bansos, Saksi Bilang Sudah Balikkan Uang Lelah Rp165 Juta ke KPK

Besaran uang yang dikembalikan sebesar Rp165 juta, sebagaimana klaim jumlah pemberian Matheus

Editor: Bambang Putranto
istimewa
Ilustrasi - Menteri Sosial Juliari Batubara saat memberikan bantuan kepada warga di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2020). 

Wartakotalive.com, Jakarta - Anggota tim teknis pengadaan bantuan sosial Covid-19 Kementerian Sosial, Iskandar Zulkarnaen mengaku sudah mengembalikan uang pemberian terdakwa Matheus Joko Santoso ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Besaran uang yang dikembalikan sebesar Rp165 juta, sebagaimana klaim jumlah pemberian Matheus.

Hal ini dikatakan Iskandar saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 Jabodetabek dengan terdakwa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Adi Wahyono.

"Sudah saya kembalikan ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi," kata Iskandar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/5/2021).

Uang pemberian Matheus itu disebut sebagai uang lelah. Sementara Iskandar mengaku honornya hanya Rp25 juta untuk 6 bulan kerja sebagai tim teknis sebagaimana tertuang dalam surat keputusan kerja.

Adapun ia menegaskan seluruh uang yang diberikan oleh Matheus sebesar Rp165 juta sudah dikembalikan ke KPK.

"Itu salah satu bentuk pemberian, Yang Mulia," tutur Iskandar.

Dalam persidangan ini, mantan PPK Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa menjadi perantara suap kepada mantan Mensos Juliari Peter Batubara.

Juliari diduga menerima suap senilai Rp32,48 miliar terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. Juliari memotong Rp10 ribu dari setiap paket pengadaan bansos.

Adapun rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari konsultan Hukum Harry Van Sidabukke senilai Rp1,28 miliar.

Kemudian dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar, serta sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Serta Pasal 12 huruf (i) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sidang Kasus Korupsi Bansos, Saksi Bilang Sudah Balikkan Uang Lelah Rp165 Juta ke KPK

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved