Breaking News:

Musleh Berharap Anies Tunaikan Janji untuk Warga Kepulauan Seribu

kapal tradisional yang dikelola masyarakat merupakan urat nadi dalam aktivitas sosial, distribusi barang dan jasa, serta penggerak ekonomi

Istimewa
Gubernur DKI Jakarta pernah meresmikan bangunan SDN 01 Pulau Untung Jawa pada 8 Maret 2019 lalu. Kini pada Sabtu (1/5/2021) siang, Anies menyempatkan diri untuk mengunjungi sekolah tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi sejumlah pulau di Kepulauan Seribu.

Menanggapi hal itu pemilik kapal tradisional dan resort di Kepulauan Seribu Musleh menyoroti kedatangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke beberapa pulau pada pekan lalu. Musleh menyebut, kedatangan Anies Baswedan ke sana hanya simbolik, dan bukan berarti sudah menyelesaikan persoalan dasar masyarakat dan menunaikan janji kampanye.

Musleh mengingatkan, janji kerja Anies-Sandi adalah menjadi Kepulauan Seribu sebagai pulau pembangunan mandiri dengan meningkatkan sumber daya manusia, pusat konservasi ekologi dan lain sebagainya. Namun sudah lebih dari tiga tahun menjadi Gubernur, banyak janji yang belum tertunaikan.

“Janji integrasi transportasi perairan juga belum berjalan, karena mandeknya proyek rencana induk pelabuhan dan perlunya perbaikan tata aturan BUMD transportasi bermoda darat yang tidak otomatis bisa mengurus angkutan perairan,” kata Musleh berdasarkan keterangannya pada Senin (3/5/2021).

Musleh mengatakan, kapal tradisional yang dikelola masyarakat merupakan urat nadi dalam aktivitas sosial, distribusi barang dan jasa, serta penggerak ekonomi bagi warga Kepulauan Seribu.

Namun mereka tidak juga mendapat pembinaan dari pemerintah, dan hal ini diperburuk adanya penurunan jumlah wisatawan yang berdampak pada ekonomi karena pandemi Covid-19.

Baca juga: VIDEO Wanita Pengirim Sate Ayam Beracun Ditangkap Polisi, Racun Sianida Dibeli Online

Baca juga: Delapan Warga Sipil Myanmar Tewas Saat Unjuk Rasa Menentang Kudeta Militer

“Banyak kapal tradisional tidak sanggup beroperasi dan melakukan perawatan. Dari 40 kapal tradisional, hampir setengahnya sudah tenggelam di pelabuhan sandar, karena tak ada biaya perawatan,” jelasnya.

“Padahal harusnya kapal-kapal ini diintegrasikan dengan moda transportasi se-Jakarta, apa satu tiket bisa juga untuk kapal, TransJakarta dan MRT sesuai janji kampanye?,” tambah Musleh.

Belum lagi, kata dia, janji pembangunan resort bekualitas internasional yang belum terealisasi dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang selalu dirujuk ke RS di daratan. Bahkan, ujar dia, angka kemiskinan sebesar 14 persen di Kepulauan Seribu masuk 50 tertinggi kemiskinan se-Indonesia, dan menurut BPS 2021 angka ini naik dari sebelumnnya di 2020 sebesar 12 persen.

“Tim Task Force percepatan pembangunan Kepulauan Seribu tak tahu bentuk dan kinerjanya. Belum lagi konservasi ekologi yang tak jelas dan makin buruk karena bocornya pipa PHE merusak ekosistem laut,” beber Musleh.

Menurutnya, kritik yang disampaikannya itu bukanlah bentuk kebencian kepada Anies, namun hanya sekadar mengingatkan janji kampanyenya. Kritik ini diharapkan sebagai pengingat kepada Anies mengenai janjinya untuk warga Kepulauan Seribu.

Baca juga: M Ihsan Janji Akan Memberikan Bantuan Modal Kepada Anggota, Seperti Modal Usaha Untuk Menjadi UMKM

Baca juga: Diperlukan Dukungan dari Masyarakat,  Gubernur Ganjar Tegaskan Larangan Mudik Harus Ditaati

“Ini adalah rasa kritis dan sayang kami sebagai masyarakat bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Anies sebagai Gubernur masih simbolik dan tidak menyelesaikan persoalan dasar dan menuntaskan kesenjangan di masyarakat Kepulauan Seribu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Anies melakukan safari ke sejumlah pulau di Kepulauan Seribu pada Jumat (30/4/2021) sampai Sabtu (1/5/2021) lalu. Misalnya di Pulau Pramuka, Anies meninjau peralatan kesehatan RSUD Kepulauan Seribu, kemudian di Pulau Kelapa Dua dia mengecek pengolahan air limbah dan air bersih.

Lalu di Pulau Untung Jawa Anies mengecek SDN 01 yang pernah diresmikan pada Maret 2019 lalu. Bahkan, Anies juga menyambangi Pulau Sabira yang berada paling jauh dari daratan Jakarta untuk mengecek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang diresmikan 2020 lalu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved