Breaking News:

Pandemi Virus Corona

Mahasiswa Indonesia di India Berusaha Sabar dan Kuat saat Berpuasa di Tengah Badai Pandemi Covid-19

Lebih dari setahun pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh penjuru dunia. Namun, hingga kini virus berbahaya tersebut belumm juga usai.

unsplash/Viktor Forgacs
Ilustrasi virus corona. Virus berbahaya ini sedang merjalela di India, alhasil banyak mahasiswa Indonesia yang terkena dampak. Sebagian dari mereka yang coba bertahan di sana berusaha kuat dan sabar sambil menjalankan ibadah puasa. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Telah setahun berlalu pandemi covid-19 melanda hampir ke seluruh penjuru dunia. 

Hingga sejumlah kebiasaan masyarakat saat menjalani ibadah keagamaan pun turut memiliki keterbatasannya di masa pandemi covid-19 melanda. 

Hal ini dikisahkan Ahmad Mujtaba selaku Mahasiswa Indonesia yang sedang menuntaskan program studinya Master of Socilogy di University of Mumbai, India. 

Mujtaba sapaan akrabnya mengisahkan kesulitannya mendapati menu hidangan berbuka puasa di tengah kondisi lockdown bagi negara bagian India, Maharashta. 

Sebab, sudah dua kali dirinya menjalani ibadah bulan ramadan tersebut di tengah kondisi pandemi covid-19 yang melanda. 

"Ya alhamdulillah walaupun kami sedang dalam kondisi seperti ini, tetap menjalanj ibadah puasa," katanya kepada Wartakotalive.com melalui sambungan telepon selularnya, Kota Tangsel, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Pemerintah Australia Ancam Penjarakan Warganya yang Nekat Kembali dari India

Ia menuturkan dirinya kesulitan mencari menu berbuka berupa minuman es yang dapat menyegarkan dahaganya usai menahan lapar dan hausnya. 

Kenangan berbuka dengan berbagai menu favorit layaknya saat berada di Indonesia pupus baginya kala pandemi covid-19 melanda kawasan India. 

"Yang nggak enak itu biasanya kan di India ini susah sekali untuk cari es batu, beda dengan di Indonesia. Jadi kalau yang dingin-dingin itu kan di Indonesia mudah cuman di India susah, biasanya sebelum tanggal 13 April (2021) kemarin itu, ketika jelang buka puasa kami mengunjungi toko yang jual jus saat itu," ujar Mujtaba. 

"Cuman untuk saat ini susah, kecuali kita di kulkas buat es batu, tapi di sini susah karena di sini susah plastik seperti di Indonesia. Di Indonesia kan ada plastik bikin es batu, di sini enggak boleh plastik. Ya karena di Mumbai ini sampahnya luar biasa, juga faktor untuk menjaga lingkungan jadi pemerintah buat aturan kalau bisa kemasan makanan harus dibentuk dari bahan kertas," lanjutnya. 

Halaman
1234
Penulis: Rizki Amana
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved