Breaking News:

JMN Sayangkan Kericuhan Antara PKL dan Satpol PP di Tanah Abang

JMN Sayangkan Kericuhan Antara PKL dan Satpol PP di Tanah Abang. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Tribunnews
Direktur Eksekutif Jakarta Monitoring Network, Achmad Sulhy 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jakarta Monitoring Network (JMN) menyesalkan kericuhan antara pedagang kaki lima (PKL) dan sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tepatnya di bawah jembatan penyeberangan multiguna Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (2/5/2021).

Sangat aneh Satpol PP kembali mempertontonkan cara-cara arogansi dalam menertibkan PKL," kata Direktur Eksekutif JMN Ahmad Sulhy melalui keterangan tertulisnya, Senin (3/5).

Menurut Sulhy, sikap kasar anak buah Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin itu telah menciderai gaya kepemimpinan humanis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kepemimpinan Pak Anies yang santun dan manusiawi dirusak Satpol PP," kata Sulhy.

Baca juga: 2 Sosok Penting Dibalik Kembalinya Syamsir Alam Merumput di Lapangan Hijau

Sulhy menekankan, cara-cara kasar dan sangar dalam menegakkan Perda Ketertiban Umum harus ditinggalkan Satpol PP.

"Harus diingat, PKL berdagang bukan untuk kaya raya seperti pejabat yang korupsi, tetapi lebih untuk bertahan hidup. Apalagi di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19," kata Sulhy.

Sulhy mengharapkan Pemprov DKI lebih bijak mencarikan solusi apabila ada kegiatan PKL yang menyebabkan ketidak aturan mengganggu lalu lintas dan sebagainya.

"Carikan lokasi aman dan nyaman dong dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, bukan membabi buta beringas menghajar PKL," kata Sulhy.

Baca juga: Mahasiswa Indonesia di India Berusaha Sabar dan Kuat saat Berpuasa di Tengah Badai Pandemi Covid-19

Sulhy juga mendorong Anies Baswedan segera evaluasi menyeluruh terhadap tindakan berlebihan Satpol PP di Pasar Tanah Abang.

"Terlebih di bulan Ramadan, harusnya bulan suci jangan membuat rakyat miskin seperti PKL malah membenci Satpol PP," demikian kata Sulhy.

Dalam unggahan video berdurasi 1 menit di salah satu media sosial dengan akun info_jakartapusat, terlihat kejadian tarik-menarik antara pedagang kaki lima.

Bahkan, salah satu pedagang sampai melempar barang jualannya agar tidak diambil oleh Satpol PP.

Baca juga: Desiree Tarigan Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Hotma Sitompul

Suara histeris teriakan dari warga pun terdengar, saat belasan petugas terdorong satu sama lain dengan pedagang karena hendak memindahkan barang dagangan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved