Breaking News:

Berita Tangerang

Ponpes Al-Hidayah Tangerang Terbakar, Ratusan Santri Dievakuasi

Kepala Desa Cikuya Ade Syafei mengatakan, kebakaran melanda Pondok Pesantren Al-Hidayah terjadi pada Minggu pagi.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Feryanto Hadi
Google
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SOLEAR - Kebakaran melanda Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kampung Cikuya Pasir, RT 12 / RW 04 Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kota Tangerang, Minggu (2/5/2021).

Pimpinan pondok pesantren Ustad Romli itu saat ini butuh bantuan dari pemerintah dan donatur.

Kepala Desa Cikuya Ade Syafei mengatakan, kebakaran melanda Pondok Pesantren Al-Hidayah terjadi pada Minggu pagi.

Kejadian itu diketahui ketika para santri sedang istirahat terlelap tidur.

Baca juga: PO Bus Taati Aturan Larangan Mudik, DPP Organda Dukung Polisi Ciduk Travel Gelap yang Beroperasi

Baca juga: Datangi Tanah Abang, Gubernur Anies Instruksikan Rekayasa Transportasi untuk Cegah Kerumunan

Dan ada beberapa santri yang menuju majelis ta’lim untuk mengaji tiba-tiba melihat kobaran api sudah membakar bagian kobong asrama.

Kobong (terbakar) asrama putra ada 24 kamar semuanya hangus terbakar, ada pun santri yang dibina ada 100 orang. Baik santri laki-laki dan perempuan, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Ade.

Ade mengatakan, pasca-terjadi kebakaran pihaknya bersama pimpinan pondok pesantren butuh bantuan dari pemerintah dan donatur serta dermawan untuk membantu agar pondok pesantren tersebut bisa dibangun kembali.

Baca juga: Arief R Wismansyah Minta Buruh Kota Tangerang Patuhi Aturan Pemerintah Larangan Mudik Lebaran

Baca juga: 21 Pondok Pesantren di Depok Jadi Klaster Covid-19 Selama Pandemi, 485 Santri Positif dan Diisolasi

“Harapannya ada perhatian dari pemerintah maupun donatur yang ingin menyumbang agar Ponpes terebut bisa dibangun kembali dan santri bisa beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.

Di tempat yang sama pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Ustad Romli menjelaskan, untuk saat ini para santri harus tinggal di Gedung Majelis Taklim yang selamat dari kobaran api.

Seluruhnya adalah santri laki-laki.

Baca juga: Akun Lembaga Dakwah PBNU Dicibir Usai Memprotes Polisi yang Undang Ustaz Khalid Basalamah

“Anak-anak untuk sementara waktu harus tinggal dan mengungsi di Gedung Majelis Taklim. Alhamdulillahnya gedung itu tidak ikut terbakar juga. Anak-anak tinggal di sana sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Kami juga berupaya untuk minta pertolongan atau bantuan agar anak-anak bisa belajar dan tinggal layak lagi," kata Romli. (dik)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved