Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Cara Melakukan Iktikaf di Rumah Saat Pandemi Covid-19, Niat Hingga Shalat Malam yang Ditunaikan

Dalam masa pandemi disarankan melakukan iktikaf di rumah bagi perempuan, lalu bagaiman cara melaksanannya?

Editor: Dian Anditya Mutiara
ChanelMuslim
Ilustrasi - Cara melaksanakan Iktikaf di rumah, mulai dari niat hingga doa yang dipanjatkan 

Bagi ulama yang mensyaratkan iktikaf harus disertai dengan puasa, maka waktu minimalnya adalah sehari.

Ulama lainnya mengatakan, dibolehkan kurang dari sehari, namun tetap disyaratkan puasa.

Imam Malik mensyaratkan minimal sepuluh hari.

Imam Malik  juga memiliki pendapat lainnya, minimal satu atau dua hari.

Sedangkan bagi ulama yang tidak mensyaratkan puasa, maka waktu minimal dikatakan telah beriktikaf adalah selama ia sudah berdiam di masjid dan di sini tanpa dipersyaratkan harus duduk.

Baca juga: Tidak Disangka Menu Buka Puasa Anggota DPR Ini Cuma Ikan Asin dan Pete, Diprotes Anak

Baca juga: 70 Santri Diduga Keracunan Makanan Saat Buka Puasa Bersama, 49 Orang Sembuh 21 Sisanya Masih Dirawat

Yang tepat dalam masalah ini, iktikaf tidak dipersyaratkan untuk puasa, hanya disunnahkan.

Menurut mayoritas ulama, iktikaf tidak ada batasan waktu minimalnya, artinya boleh cuma sesaat di malam atau di siang hari.

Al Mardawi rahimahullah mengatakan, “Waktu minimal dikatakan iktikaf pada iktikaf yang sunnah atau iktikaf yang mutlak adalah selama disebut berdiam di masjid (walaupun hanya sesaat).”

Apa Saja yang diperbolehkan saat Iktikaf di masjid?

1. Keluar masjid disebabkan ada hajat yang mesti ditunaikan seperti keluar untuk makan, minum, dan hajat lain yang tidak bisa dilakukan di dalam masjid.

2. Melakukan hal-hal mubah seperti mengantarkan orang yang mengunjunginya sampai pintu masjid atau bercakap-cakap dengan orang lain.

3. Istri mengunjungi suami yang beriktikaf dan berdua-duaan dengannya.

4. Mandi dan berwudu di masjid.

5. Membawa kasur untuk tidur di masjid.

Hal yang Membatalkan Iktikaf

1. Keluar masjid tanpa alasan syari dan tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak.

2. Jima (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah ayat 187 Ibnul Mundzir telah menukil adanya ijma (kesepakatan ulama) bahwa yang dimaksud mubasyaroh dalam surat Al Baqarah ayat 187 adalah jima (hubungan intim).

Bolehkah Wanita Beriktikaf?

Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf. 

Aisyah radhiyallahu anha berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus iktikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa’id) berkata: Kemudian Aisyah radhiyallahu ‘anha meminta izin untuk bisa beri’tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”

Dari Aisyah, ia berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beriktikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beriktikaf setelah kepergian beliau.”

Namun wanita boleh beriktikaf di masjid asalkan memenuhi 2 syarat: (1) Meminta izin suami dan (2) Tidak menimbulkan fitnah (godaan bagi laki-laki) sehingga wanita yang iktikaf harus benar-benar menutup aurat dengan sempurna dan juga tidak memakai wewangian.

Demikian, semoga panduan singkat ini bermanfaat bagi Anda.

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan membuahkan amalan yang baik untuk kita.

Tata Cara Iktikaf di Rumah

Lantas, apakah boleh melakukan iktikaf di rumah?

Terlebih di saat pandemi corona, Pemerintah mengimbau untuk bekerja dari rumah, sekolah di rumah hingga beribadah di rumah saja.

Ustaz Maulana menyatakan, iktikaf sendiri memiliki arti berdiam diri di masjid dengan tujuan beribadah kepada Allah.

Pendapat ini didasarkan pada dalil firman Allah SWT di dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat ke 187.

"Sedang kamu beriktikaf di dalam masjid." (QS. al-Baqarah ayat 187).

Namun, lanjut Ustaz Maulana, iktikaf boleh dilakukan di rumah masing-masing mengingat situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Boleh di rumah. Lakukan di ruangan mushala atau kalau rumahnya kecil maka buat mihrab (sejadah yang selalu tergelar di lantai)," jelas Ustaz Maulana sata dihubungi Kompas.com, Rabu 13 Mei 2020.

"Maka di tempat tersebut itulah kita bermunajat kepada Allah," imbuh dia.

Tata cara dan waktu pelaksanaan 

Ustaz Maulana menyebut, tata cara melakukan iktikaf di rumah dapat dilakukan dengan beberapa hal.

Pertama, sebaiknya mengucapkan niat "Nawaitu al-i’tikafa fî hadza al-makani lillahi ta'ala."

Lalu, yang kedua yakni bangun pada jam 1 dini hari dan lakukan shalat malam, misalnya shalat tahajud, shalat taubat, dan shalat hajat.

Sebelum melakukan shalat malam dan iktikaf, diwajibkan untuk mensucikan diri dengan berwudu.

"Shalat malam itu boleh bergantian dan sesuai kemampuan," terang dia.

Kemudian, puncak iktikaf terjadi di jam 2-3 dini hari yang dilakukan dengan bermunajat, berzikir, dan membaca Alquran.

Adapun waktu pelaksanaannya adalah pada saat malam ke-21 Ramadhan atau malam sepuluh terakhir.

"Diusahakan untuk dilakukan hingga akhir bulan Ramadhan. Kalau tidak sempat, maka boleh dilakukan di setiap malam ganjil, 21, 22, 23, 25, 27 dan 29," terangnya.

Perbanyak bacaan:

اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya Engakau Dzat Maha Pengampun, dan menyukai memberikan pengampunan kepada hamban-Nya, maka ampunilah kesalahanku."

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iktikaf Saat Pandemi Corona Boleh Dilakukan di Rumah? Ini Pengertian dan Tata Caranya..."

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved