Breaking News:

Lebaran 2021

UPDATE Larangan Mudik: Ini Risiko dan Kerugian Masyarakat Jika Paksa Mudik Pakai Jasa Travel Gelap

Dirjen Hubdat Kemenhub Budi Setiyadi memaparkan, empat risiko bagi masyarakat yang memaksakan diri mudik menggunakan agen perjalanan ilegal.

Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan ke wartawan soal penindakan travel gelap, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Tim gabungan terus meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan masyarakat yang akan memaksa mudik ke kampung halaman.

Salah satunya, melalui jasa transportasi travel tidak resmi alias travel gelap, yang menurut Dirjen Hubdat merugikan para pemudik itu sendiri.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi memaparkan, empat risiko bagi masyarakat yang memaksakan diri mudik menggunakan agen perjalanan ilegal.

Pertama, penumpang berisiko terpapar Covid-19 karena travel gelap tidak menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Bila ada satu penumpang membawa virus tersebut, maka satu mobil itu akan tertular yang kemudian akan membahayakan masyarakat di lokasi tujuan pemudik.

"Angkutan ilegal atau travel gelap, biasanya pengemudi atau operatornya tidak memperhatikan prokes Covid-19. Pokoknya terisi penuh, makin penuh makin banyak untungnya," kata Budi Setiyadi dalam webinar "Mudik Sehat dari Rumah" bersama Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Jumat (30/4/2021) petang.

"Makanya kami melakukan pencegahan dengan menindak tegas travel gelap supaya masyarakat tidak terkena Covid-19. Kalau ada satu yang bawa virus, semuanya kena," kata dia.

Baca juga: Hanya dalam Dua Hari, Polda Metro Jaya Kandangkan 115 Mobil Travel Gelap yang Bawa Pemudik

Baca juga: VIDEO Polda Metro Jaya Amankan 115 Mobil Travel Gelap yang Bawa Pemudik Jelang Lebaran

Risiko kedua, menurut dia adalah penumpang travel ilegal tidak mendapatkan jaminan asuransi kecelakaan lalulintas.

"Travel gelap, karena ilegal, jika mengalami kecelakaan tidak di-cover asuransi Jasa Raharja, tidak dijamin, berbeda dengan yang resmi," kata dia.

Budi menjelaskan, risiko ketiga bagi penumpang travel adalah tarif atau ongkos yang tinggi, namun tidak disertai layanan optimal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved