Breaking News:

Kecelakaan Alutsista

KRI Nanggala-402 Dikabarkan Sempat Kirim Sinyal Tempur Sebelum Hilang Kontak, Ini Klarifikasi TNI AL

Kabar tersebut kemudian berkembang menjadi isu musuh sudah masuk Indonesia, dan KSAL dituding membiarkan kejadian tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono memimpin upacara tabur bunga bersama keluarga awak KRI Nanggala-402, di geladak KRI dr Soeharso (SHS)-990, di perairan Selat Bali, Jumat (30/4/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) mengklarifikasi kabar KRI Nanggala-402 sempat mengirim sinyal tempur sebelum hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) lalu.

Dalam musibah KRI Nanggala-402, sejumlah media daring memberitakan kapal selam nahas tersebut sempat mengirimkan sinyal tempur sebelum hilang kontak dan akhirnya dipastikan tenggelam.

Hal tersebut dinilai TNI AL memunculkan isu KRI Nanggala-402 ditembak oleh kapal selam asing.

Baca juga: Dugaan Suap Upaya Penghentian Perkara, KPK Cegah Azis Syamsuddin Pergi ke Luar Negeri

Baca juga: PT PAL Siapkan Kapal Selam Tanpa Awak Gantikan Nanggala 402, Dirut Kaharuddin Djenod: Dilengkapi AI

TNI AL menjelaskan, kabar tersebut mengutip pendapat aktivis media sosial yang menganalisis pernyataan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, saat konferensi pers pada 25 April 2021 di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai.

Kabar tersebut kemudian berkembang menjadi isu musuh sudah masuk Indonesia, dan KSAL dituding membiarkan kejadian tersebut.

"Kami ingin meluruskan pemberitaan tersebut, bahwa perkataan yang benar dari KSAL pada saat itu yakni,'..isyarat–isyarat peran tempur dan peran menyelam.'"

Baca juga: KISAH Muslim di Hong Kong Jalani Ramadan di Masa Pandemi, Tak Lagi Buka Puasa di Masjid

"Ucapan ini disalahpersepsikan oleh media menjadi ..'Perang tempur' dan dianalogikan sedang terjadi perang antara KRI Nanggala-402 dan kapal selam asing," jelas keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL, Jumat (30/4/2021).

Ada pun kata 'peran' yang disampaikan Yudo saat itu, kata pihak TNI AL, adalah salah satu bagian dari rangkaian latihan yang selama ini dilaksanakan oleh pihaknya

Sehingga menurut TNI AL, pendapat media yang menyatakan KRI Nanggala-402 saat itu melaksanakan 'perang tempur' adalah tidak benar, dan itu hanya merupakan bagian dari rangkaian latihan yang dilaksanakan pada saat itu.

Baca juga: Azis Syamsuddin Dinilai Lebih Gentle Jika Mundur Atas Kesadaran Sendiri, tapi Langka di Indonesia

"Kata peran bermakna 'melakukan pengadegan atau seolah olah' istilah latihan ini merupakan bagian dari keseriusan dalam setiap melaksanakan rangkaian latihan."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved