Alat Rapid Tes Antigen Bekas

YLKI Sebut Alat Rapid Tes Antigen Bekas Mengancam Keselamatan dan Keamanan Konsumen

YLKI menilai kasus pemalsuan alat rapid tes antigen yang terjadi di Bandara Kualanamu, Medan, sangat merugikan hak para konsumen.

Editor: Valentino Verry
YLKI Sebut Alat Rapid Tes Antigen Bekas Mengancam Keselamatan dan Keamanan Konsumen
istimewa
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, penipuan alat rapid test antigen bekas yang digunakan untuk masyarakat ini juga sangat mengancam keamanan dan keselamatan konsumen.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kasus pemalsuan alat rapid tes antigen yang terjadi di Bandara Kualanamu, Medan, sangat merugikan hak para konsumen karena telah terjadi penipuan.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, penipuan alat rapid tes antigen bekas yang digunakan untuk masyarakat ini juga sangat mengancam keamanan dan keselamatan konsumen.

"Oleh karena itu, usut tuntas kasus tersebut dan pemeriksaan jangan hanya pad tim teknis laboratorium saja, tetapi unsur pimpinan institusi juga harus ikut diperiksa," ucap Tulus, Jumat (30/4/2021).

Selain itu YLKI juga meminta polisi untuk memeriksa instansi terkait yang ikut bertanggung-jawab terkait alat tes antigen bekas ini, dan melakukan pemeriksaan di bandara lain di Indonesia.

Baca juga: VIRAL Alat Rapid Test Antigen Bekas Dipakai di Bandara Kualanamu, PT Kimia Farma Enggan Minta Maaf

Baca juga: Penerapan GeNose C19 di Bandara Tidak Hilangkan Layanan Rapid Test Antigen dan PCR

"Kejadian ini menunjukan adanya pengawasan yang lemah terkait alat tes antigen. Mengingat jika di level bandara saja bisa terjadi, dan dilakukan oleh oknum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi ternama maka bagaimana di tempat lain yang tidak ada pengawasannya ?," ujar Tulus.

Tulus juga menjelaskan, bahwa merek rapid test yang direkomendasikan organisasi kesehatan dunia atau WHO hanya tiga.

Tetapi yang beredar mencapai 90 lebih merek.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut menggerebek tempat pelayanan rapid test antigen di Lantai Mezzanine Bandara Kualanamu (KNIA) Deli Serdang, Medan, Selasa (27/4/2021).

Penggerebekan dilakukan lantaran pelayanan antigen di bandara tersebut menyalahi aturan karena diduga memakai alat kesehatan bekas.

Baca juga: Dari 500 Warga Bojonggede Kabupaten Bogor Jalani Rapid Test Antigen, 27 Orang Dinyatakan Reaktif

Baca juga: Libur Panjang, Polres Metro Bekasi Lakukan Penyekatan dan Rapid Test Antigen Diperbatasan

Saat ini, Polda Sumatera Utara telah menetapkan lima orang tersangka di bidang yaitu PC, DP, SOP, MR dan RN. Di mana PC selaku Business Manager PT Kimia Farma yang berkantor di Jalan RA Kartini, Medan. (Hari Darmawan)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved