VIDEO Pemudik Debat dengan Polisi, Tolak Dites Antigen saat Pemeriksaan di Jalur Pantura Bekasi

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas gabungan Polres Metro Bekasi, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Bekasi

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Deden (29) seorang pemudik berdebat dengan petugas saat tengah dilakukan pemeriksaan di Jalur Pantura Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jaw Barat, pada Kamis (29/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI---- Deden (29) seorang pemudik berdebat dengan petugas saat tengah dilakukan pemeriksaan di Jalur Pantura Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jaw Barat, pada Kamis (29/4/2021).

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas gabungan Polres Metro Bekasi, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Bekasi, dalam rangka pengetatan larangan mudik 2021.

Saat diberhentikan laju sepeda motornya, Deden tidak bisa menunjukkan surat hasil swab antigen.

Sehingga diarahkan untuk melakukan swab antigen gratis yang telah disiapkan.

Akan tetapi Deden menolaknya, dikarenakan takut membatalkan puasanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seluruh Warga Kota Bekasi Dilarang Mudik untuk Sementara

Baca juga: Dirjen Pehubungan Darat Kemenhub Tetapkan Mobilitas Warga di Jabodetabek Bebas selama Larangan Mudik

"Engga mau pak, itu kan dicolok hidung membatalkan puasa," ujar Deden.

Petugas terus berusaha memberi penjelasan terhadap Deden.

"Kata siapa? Ini engga membatalkan puasa. Disuntik vaksin saja tidak buat batal puasa," ucap petuga kepolisian.

Cukup lama petugas berusaha menjelaskannya, akhrinya Deden bersedia melakukan swab antigen.

Tampak wajah Deden terlihat tegang saat hidungnya dicolok petugas medis.

Baca juga: Syarat Mudik Lebaran 2021 dengan Mobil Pribadi, Ada Golongan yang Dapat Pengecualian

Baca juga: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X Imbau Warga DIY Tidak Mudik dan Bepergian Selama Lebaran

Melihat Deden tegang, petugas medis berusaha menghiburnya.

Akhirnya setelah menunggu 15 menit, hasilnya keluar dan dinyatakan non reaktif.

Kepada Wartakotalive.com, Deden mengaku enggan diswab antigen karena dapat membatalkan puasanya.

"Kata Ustaz waktu saya pesantren, ada sembilan lubang yang tidak boleh dimasukkan dan dapat membatalkan puasa," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved