Breaking News:

Viral Media Sosial

Sepekan Tak Ada Kabar, Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Pertanyakan Kasus Penistaan Agama Hindu

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Pertanyakan Kelanjutan Penanganan Laporan Penistaan Agama Hindu. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (29/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) kembali mendatangi Bareskrim Polri, Kamis (29/4/2021).

Mereka menyesalkan lambannya proses penanganan penistaan terhadap agama Hindu yang telah laporkan sejak lebih dari sepekan lalu.

“Maksud kedatangan kami ke Bareskrim adalah untuk mengecek atau menanyakan sudah sejauh mana proses penanganan laporan mengenai penistaan agama Hindu, yang sudah kami laporkan sejak hari Rabu pekan lalu. Namun ternyata kami mendapatkan kenyataan yang tidak sesuai harapan kami," ungkap Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI I Putu Yoga Saputra.

Menurut keterangan dari petugas, laporan kami belum mendapatkan disposisi dari Direktur Cyber Crime Bareskrim kepada Tim Penyidik,” tambahnya.

Menurut Yoga, pihaknya menaruh ekspektasi dan harapan yang sangat tinggi terhadap institusi Polri, khususnya Bareskrim dalam menangani kasus-kasus penistaan agama, termasuk agama Hindu.

Karena itu, dia yakin Bareskrim Polri akan melakukan tindakan penegakan hukum yang seharusnya dilakukan terhadap penistaan agama Hindu yang dilakukan oleh Desak Made Dharmawati, yang kemudian disiarkan oleh akun youtube IstiqomahTV.

“Kami memiliki ekspektasi dan harapan yang tinggi terhadap kinerja Bareskrim. Karena itu kami hari ini sangat menyesalkab kenyataan yang kami temui, karena laporan kami sejak minggu lalu ternyata belum mendapatkan respon penanganan yang cepat sesuai harapan kami,” tegas Yoga yang didampingi oleh Sekjen Pengurus Pusat KMHDI I Wayan Darmawan, dan Wasekjen Forum Alumni KMHDI Made Bawayasa.

Pada kesempatan yang sama, Made Bawayasa menambahkan, pihaknya mendesak Kapolri maupun Kabareskrim, agar memberikan dukungan serta perhatian penuh terhadap proses penanganan kasus penistaan agama Hindu ini.

“Kami harapkan Bapak Kapolri maupun Kabareskrim dapat lebih mendorong jajarannya untuk mempercepat proses penanganan kasus penistaan agama Hindu oleh Desak Made Dharmawati maupun pemilik akun Youtube IstiqomahTV ini,” tegas Bawayasa.

Baca juga: Kisruh Izin Lokasi, PT Agung Intiland Group Kembali Mangkir dari Panggilan DPRD Kabupaten Tangerang

Baca juga: PT Agung Intiland Diduga Bermasalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang Diminta Tegas Cabut Izin Lokasi

Baca juga: Tidak Konsisten dan Melanggar Kesepakatan, Izin Lokasi PT BLP Agung Intiland Terancam Dicabut

Baca juga: Diduga Langgar Sejumlah Aturan, DPRD Kab Tangerang Kembali Panggil PT TUM dan PT BLP Agung Intiland

Lebih lanjut Bawayasa menambahkan, sebagai umat beragama yang minoritas, umat Hindu di Indonesia tetap berhak untuk mendapatkan pelayanan, perlindungan, serta kepastian hukum yang sejajar dan setara dengan umat agama lainnya.

Oleh karena itu, proses penanganan penistaan agama Hindu pun juga harus sama cepatnya dengan penanganan penistaan terhadap agama-agama yang lainnya.

“Namun, terlepas dari itu, kami sebagai warga negara yang tast dan percaya pada hukum sebagai panglima, tetap menaruh kepercayaan yang tinggi dan harapan besar terhadap komitmen Polri dalam melakukan penegakan hukum," jelas Bawayasa.

"Karena itu kami juga yakin, laporan kami yang saat ini masih ada di meja Direktur Cybercrime dapat segera ditindaklanjuti. Semoga disposisi dari Direktur Cybercrime bisa segera diterbitkan kepada tim penyidik,” tambahnya.

Baca juga: Dirut PT Indotruck Utama Kembali Mangkir,Kriminalisasi Arwan Koty Dinilai Kuasa Hukum Semakin Kental

Baca juga: Beli Ekskavator Senilai Rp 1,265 Miliar dari PT Indotruck Utama, Arwan Koty Mengaku Dikriminalisasi

Baca juga: Berawal dari Surat Penghentian Penyelidikan, Arwan Koty Mengaku Dikiriminalisasi PT Indotruck Utama

Baca juga: Berulang Kali Mangkir, Kuasa Hukum Minta JPU Panggil Paksa Dirut PT Indotruck Utama, Bambang Prijono

Seperti diberitakan sebelumnya, video yang ditayangkan akun Youtube ‘IstiqomahTV’ berisi rekaman ceramah seorang wanita bergelar doktor bernama Desak Made Dharmawati viral di media sosial.

Dalam video berdurasi lebih dari 24 menit itu, tampak Desak Made, mengatakan berbagai hal tentang agama Hindu yang telah menyakiti perasaan umat Hindu.

Terhadap tindakan penistaan Agama Hindu itu, empat ormas Hindu yang terdiri dari KMHDI, Forum Alumni KMHDI, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, Jawa Barat, dan Aliansi Bhinneka Hindu Nusantara menempuh jalur hukum.

Mereka melaporkan Desak Made Dharmawati dan pemilik akun Youtube Istiqomah TV ke Bareskrim Polri.

Namun karena pertimbangan-pertimbangan hukum oleh penyidik Bareskrim, maka laporan yang bisa diterima oleh Bareskrim hanya terhadap pemilik akun Youtube IstiqomahTV.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved