Breaking News:

May Day

Said Iqbal Sebut 50.000 Buruh dan Mahasiswa akan Kepung Istana Negara untuk Memperingati May Day

Sebanyak 50.000 buruh diprediksi akan tumpah ruah bersama mahasiswa di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi, Gambir, Jakarta Pusat.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan ada sekitar 50.000 buruh yang tersebar di 3.000 perusahaan atau pabrik akan turun dalam aksi memperingati May Day, Sabtu (1/5/2021). Aksi terkonsentrasi di Istana Negara. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 50.000 buruh diprediksi akan tumpah ruah bersama mahasiswa di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi, Gambir, Jakarta Pusat.

Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu akan turun aksi saat peringatan May Day atau hari buruh internasional yang jatuh Sabtu (1/5/2021).

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan dari KSPI akan ada sekitar 50.000 buruh yang tersebar di 3.000 perusahaan atau pabrik akan turun dalam aksi.

Aksi juga tersebar di 200 kabupaten kota serta di 24 Provinsi di Indonesia.

Baca juga: Presiden KSPI Sebut 50 Ribu Buruh dari 3.000 Pabrik Bakal Ikut Aksi May Day, Usung Dua Isu Utama

Baca juga: Salurkan Bantuan Sembako Saat May Day, Ganjar Ajak Perusahaan Perhatikan Nasib Buruh

Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di Istana dan Mahkamah Konstitusi.

“Ada dua isu utama yang akan kami usung dalam May Day tahun ini, yakni batalkan UU Cipta Kerja, dan kedua adalah berlakukan UMSK tahun 2021,” ujar Said Iqbal dikonfirmasi Jumat (30/4/2021).

Di hari buruh ini, mereka meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk mendengarkan apa yang disampaikan kaum buruh dalam May Day.

Diketahui saat ini KSPI sedang melakukan uji formil dan uji materiil terhadap omnibus law UU Cipta Kerja.

“Bagi kami, UU Cipta Kerja menghilangkan kepastian kerja (job security), kepastian pendapatan (income security), dan jaminan sosial (social security,” kata Said Iqbal.

Karena tidak adanya kepastian pendapatan dalam UU Cipta Kerja yang baru, maka terlihat hilangnya upah minimum sektoral (UMK) untuk para buruh.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved