Breaking News:

Berita Bekasi

Puluhan Santri di Sukawangi Bekasi Diduga Keracunan Lontong Sayur Usai Buka Puasa

Para santri laki-laki dan perempuan itu mengalami keracunan makanan diduga berasal dari lontong sayur yang disantapnya.

Istimewa
Puluhan santri di Pondok Pesantren As- Shofiyani saat dirawat di klinik setelah keracunan makanan, Selasa (27/4/2021) 

Selain dari makanan tidak higienis, makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa serta makanan basi dapat juga menyebabkan Anda sakit.

Jenis kuman yang sering menyebabkan keracunan adalah Escherichia coli, Salmonella, Clostridium perfringens, dan Campylobacter.

Jika kuman-kuman tersebut masuk ke tubuh, dalam kurun waktu tertentu, tubuh akan menghasilkan toksin yang membuat tubuh jadi lemas, mual, pusing, diare, hingga muntah.

Dalam kasus terburuk, ini bisa merenggut nyawa jika tak tertangani.


Gejala Keracunan Makanan

Ilustrasi keracunan makanan
Ilustrasi keracunan makanan (dok. google)

 
Gejala keracunan makanan bervariasi tergantung dari sumber kontaminasi. Sebagian besar jenis keracunan makanan menyebabkan satu atau lebih tanda dan gejala berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare berair atau berdarah
  • Nyeri perut dan kram
  • Demam

Tanda dan gejala dapat muncul beberapa jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Namun, dalam beberapa kasus, gejala keracunan makanan mulai terlihat dalam beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu kemudian.

Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh keracunan makanan umumnya berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari.

Saat mengalami gejala tersebut, bagaimanakah cara mengatasi keracunan makanan?

Tidak perlu panik! Anda bisa menerapkan langkah-langkah pertolongan pertama pada keracunan makanan, yaitu:

1. Jaga Hidrasi Tubuh
Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved