Breaking News:

Berita Bogor

BPN Kabupaten Bogor Targetkan Sertifikasi 90.000 Lahan

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor menargetkan sertifikasi 90.000 lahan pada 2021 ini.

Warta Kota/Hironimus Rama
Kepala BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto menyatakan pihaknya menargetkan menerbitkan 90.000 sertifikat lahan pada tahun ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor menargetkan sertifikasi 90.000 lahan pada 2021 ini.

“Tahun ini BPN Kabupaten Bogor menargetkan sertifikasi 90.000 lahan. Ini belum termasuk program sertifikasi lahan dari Pemkab Bogor,” kata Sepyo Achanto, Kepala BPN Kabupaten Bogor di Cibinong pada Kamis (29/4/2021).

Untuk menyukseskan program sertifikasi ini, BPN Kabupaten Bogor menggelar Rapat Koordinasi Terintegrasi Gugus Tugas Reforma Agraria di Aula Sektretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong.

Baca juga: Praktik Suntik Filler Payudara Abal-abal Sudah Jalan Lima Bulan dengan Modal Sertifikat Bodong

“Rakor Terintegrasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) ini dilakukan untuk menata kembali sektor agraria di Kabupaten Bogor sesuai Perpres 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria,” ujarnya.

Dengan ketentuan Reforma Agraria ini, diharapkan ada penataan ulang terkait penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, khususnya di Kabupaten Bogor.

“Sesuai ketentuan Perpres itu, maka dibentuk GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) di wilayah ini yang diketuai Bupati Ade Yasin,” jelas Sepyo.

Baca juga: Tips Memilih Dupe Parfum yang Memiliki Standar Keamanan dengan Sertifikat BPOM

Pembentukan GTRA ini diharapkan bisa menguraikan problem atau permasalahan yang tanah, terutama lahan-lahan yang belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Terkait terbitnya PP 43 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin, dan/atau Hak Atas Tanah, Sepyo mengatakan siap melaksanakan aturan ini.

“Kami masih mempelajari PP ini. Intinya peraturan ini dibuat untuk menyelesaikan persoalan terkait tanah yang ada di seluruh Indonesia, termasuk di daerah-daerah,” tambahnya.

Baca juga: Hakim Nyatakan Alat Bukti Cukup, Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat Bos Kaskus Akan Dibuka Kembali

Sepyo menjelaskan bahwa Reforma Agraria ini merupakan turunan dari program Nawacita Presiden Jokowi.

“Ini bagian dari Nawacita. Diharapkan semua pemilik tanah bisa memanfaatkan lahannya, jangan dibiarkan tidur sehingga bisa memberikan kemakmuran sebesar-besarnya,” pungkasnya.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved