Breaking News:

Banyak Penyekatan di Jalur Darat, Rombongan Nelayan Mudik Naik Perahu Bakal Ramai Hingga H-2 Lebaran

“Karena pandemi gini kan susah juga lewat jalur darat, apalagi ada penyekatan di banyak titik,” ucap Kurdianto, Kamis (29/4/2021).

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Para nelayan di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara memilih mudik menggunakan perahu untuk mensiasati larangan pemerintah selama pandemi Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING --- Kebijakan pemerintah terkait pelarangan mudik sepertinya tidak berlaku bagi para nelayan di Cilincing, Jakarta Utara.

Para nelayan tersebut menyiasatinya dengan cara menggunakan perahu untuk mudik ke kampung halaman tanpa harus takut terkena razia.

Seperti dituturkan Kurdianto (52). Dia bersama beberapa rekannya memilih berlayar menggunakan perahu agar tidak berurusan dengan aparat yang telah bersiaga di titik-titik penyekatan jalur darat.

“Karena pandemi gini kan susah juga lewat jalur darat, apalagi ada penyekatan di banyak titik,” ucap Kurdianto, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Tak Bisa Perlihatkan Surat Sehat Covid-19, 200 Pemudik Distop Disuruh Swab Antigen di Jalur Pantura

Menurut Kurdianto selama dua hari terakhir sudah ada sedikitnya delapan perahu yang berangkat.

Mereka berangkat bersama menuju ke kampung halamannya di Cirebon, Jawa Barat.

“Sudah ada sekitar delapan perahu nelayan yang mudik selama dua hari ini,” katanya.

Setiap perahu yang biasa dipakai menangkap ikan tersebut berukuran 2 GT (gross tonnage) dengan dibekali dua mesin.

Setiap perahu yang digunakan itu mengangkut empat sampai lima nelayan.

“Mereka menuju ke Cirebon, terutama ke daerah Kalipasung, Gebang,” kata Kurdianto.

Menurut Kurdi, dengan kekuatan dua mesin serta didukung kondisi cuaca yang bagus, perjalanan dari Cilincing menuju ke Cirebon hanya memakan waktu sekitar sehari semalam.

Sementara apabila kondisi cuaca buruk terjadi di tengah perjalanan, maka otomatis waktu tempuh mereka menjadi lebih lama karena harus mencari tempat yang aman untuk bersandar.

“Nelayan kan tahu kondisi, pakai logika juga. Kalo cuacanya nggak enak ya kita sandar, masuk ke muara orang dulu,” tuturnya.

Kurdianto menambahkan aktivitas mudik dengan menggunakan perahu semacam ini bakal terus menerus terjadi selama beberapa hari kedepan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Puncaknya dua hari sebelum larangan mudik dari pemerintah atau sekitar tanggal 4 Mei lah,” ucap Kurdianto.

Baca juga: Wisata Staycation di Kota Bekasi Belum Jadi Tren Seperti Daerah Lain Menurut Ketua PHRI Ini Sebabnya

Baca juga: Kasus Covid di Klaster Perkantoran Marak Lagi, Warga Bekasi Kerja di Jakarta Diimbau Selalu Waspada

 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved