Breaking News:

VIDEO Tersangka Mafia Karantina Bertambah, Kali Ini Pensiunan Pegawai Pariwisata di Bandara Soetta

Satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka baru adalah GC, yang merupakan pensiunan pegawai pariwisata di Bandara Soetta.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Polisi menetapkan satu orang tersangka baru mafia karantina berinisial GC, yang merupakan pensiunan pegawai pariwisata di Bandara Soetta. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Polisi kembali menetapkan satu tersangka lagi dalam kasus mafia karantina, setelah sebelumnya menetapkan tiga tersangka. 

Ini berarti totalnya ada empat tersangka dalam kasus ini.

Satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka baru adalah GC, yang merupakan pensiunan pegawai pariwisata di Bandara Soetta.

Bahkan GC memiliki kartu pass untuk keluar masuk bandara.

Baca juga: Bukan Petugas Resmi, Mafia Karantina yang Loloskan WNA India Bisa Bebas Berkeliaran di Area Bandara

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Begini Peran Pensiunan PNS Dinas Parwisata DKI dalam Sindikat Mafia Karantina

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tersangka GC terkait dengan tiga tersangka sebelumnya yakni S dan RW, yang merupakan ayah dan anak, serta JD, warga negara India.

"Jadi sekarang bertambah dan berkembang satu tersangka lagi yakni inisial GC. Dia ini yang punya peran dan dapat bagian cukup besar dari uang yang didapat tersangka JD yang mengurus ini," kata Yusri.

Dari uang Rp 6,5 Juta yang dibayarkan, GC mendapat bagian Rp 4 Juta. Sementara sisanya untuk S dan RW.

Untuk peran GC, kata Yusri, dalam hal ini GC seharusnya mengantarkan orang yang datang dari luar negeri menuju tempat isolasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, yakni hotel yang ditunjuk atau Wisma Atlet.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan 3 Orang Sebagai Tersangka Kasus Mafia Karantina di Bandara Soekarno Hatta

"Peran GC ini masuk di tahap kedua, saat mengantar ke hotel rujukan tersebut. Nah peran GC ini mendata dan mengantarkan. Tetapi di hotel, datanya saja yang masuk. Saat orangnya sudah membayar ke GC, orangnya bisa keluar hotel dan pulang. Jadi datanya saja yang masuk, orangnya tidak," kata Yusri.

Yusri menjelaskan pihaknya juga mendalami terkait kartu pass yang dimiliki GC.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved