Breaking News:

Viral Media Sosial

Teregistrasi Gelap, Pemilik KTP Akui Tak Miliki Motor yang Dikendarai Emak-emak Masuk Jalan Tol

Teregistrasi Gelap, Pemilik KTP Akui Tidak Pernah Membeli atau Miliki Sepeda Motor yang Dikendarai Emak-emak Masuk Jalan Tol di Pintu Tol Angke I

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus 

Saat kejadian kata Yusri ada warga yang memvideokan dan akhirnya viral di media sosial pada Jumat (23/4/2021).

Dari sana kata Yusri, petugas Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan pendalaman.

"Petugas agak kesulitan, karena nomor polisi sepeda motor tidak tampak jelas di video viral dan tak tertangkap CCTV di sana," katanya.

Baca juga: Kisruh Izin Lokasi, PT Agung Intiland Group Kembali Mangkir dari Panggilan DPRD Kabupaten Tangerang

Baca juga: PT Agung Intiland Diduga Bermasalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang Diminta Tegas Cabut Izin Lokasi

Baca juga: Tidak Konsisten dan Melanggar Kesepakatan, Izin Lokasi PT BLP Agung Intiland Terancam Dicabut

Baca juga: Diduga Langgar Sejumlah Aturan, DPRD Kab Tangerang Kembali Panggil PT TUM dan PT BLP Agung Intiland

Namun tak dinyana, B datang ke Ditlantas Polda Metro pada Senin (26/4/2021).

B mengakui perbuatannya sembari membawa sepeda motor yang dikendarai saat menerobos masuk jalur tol.

"Ia datang dengan membawa sepeda motor yang dikendarai saat masuk tol. Untuk sementara sepeda motor kami tahan untuk barang bukti. Sementara karena ini hanya pelanggaran, maka B tidak ditahan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/4/2021).

Namun kata Yusri, pihaknya melakukan penilangan terhadap B dengan dua pasal pelanggaran sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain melanggar rambu lalu lintas karena mengendarai motor masuk tol, juga karena B mengendarai motor tanpa memiliki SIM.

"Jadi saudari B ini ternyata juga tidak memiliki SIM. Jadi pelanggarannya dua pasal sesuai UU Lalu Lintas. Selain pelanggaran rambu karena masuk tol juga karena tak miliki SIM," kata Yusri.

Yakni kata Yusri Pasal 287 Ayat 1 UU Lalin dan Angkutan Jalan karena melanggar rambu lalu lintas dengan denda Rp 500 Ribu, dan Pasal 281 UU Lalin dan Angkutan Jalan karena mengendarai motor dengan tidak memiliki SIM dengan denda Rp 1 juta.

Yusri menjelaskan peristiwa pemotor masuk tol itu terjadi pada 20 April pukul 17.00 di Pintu Tol 1 Angke. 

"Pelanggar yakni B masuk tol dengan tenang dengan mengendarai motor, dan bahkan ia masuk dengan menggunakan kartu E Toll Card. Dari pengakuannya ia tak tahu kalau itu jalur tol, dan hanya mengikuti jalan yang ditunjukkan GPS," ujar Yusri. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved