Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Pondok Pesantren Assyifa Bojonggede Bogor Mandiri Berkat Produk Minuman Herbal Racikan Para Santri

Pondok Pesantren Assyifa Bojinggede menekankan kemandirian dan keahlian sebagai keutamaan yang harus dimiliki para penghuni yang berlajar di situ.

Warta Kota/Yudistira Wane
Pondok Pesantren Assyifa di Bojonggede Bogor mengutamakan kemandirian dan keahlian sebagai nilai keutamaan yang dimiliki para santrinya. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOJONGGEDE - Kemandirian dan keahlian. Dua hal itu yang tidak boleh diacuhkan apabila seseorang menjadi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Assyifa, Desa Bojong Baru, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Assyifa Ustaz AA Anggi menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin membebani orang lain terkait pemeliharaan pesantren.

Ponpes yang berlokasi di Kampung Pondok Manggis RT 4/3, Desa Bojong Baru, Bojonggede, Kabupaten Bogor itu memang tidak menekankan biaya kepada para santrinya alias gratis.

Baca juga: Ekspansif, Pos Indonesia Gandeng 1.000 Pondok Pesantren Jadi Agen Pos

Dengan kondisi tersebut, tak ayal banyak donatur yang berdatangan lantaran karena rasa kepedulian yang tinggi.

"Di sini kita mengedepankan kemandirian karena kita gratis, banyak orang yang datang membantu. Mangkanya di sini ada usahanya," ujarnya.

Terkait usaha, Ustaz AA Anggi menegaskan bahwa Ponpes Assyifa memiliki usaha sendiri yang dikelola oleh para santri.

Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Depok Tetapkan Waktu Belajar dan Pesantren Kilat Secara Online selama Ramadan

"Di sini kita punya herbal drink dari pohon kembang teleg, pohon yang untuk mata itu warna ungu di sini diolah menjadi minuman kesehatan. Yang tanam santri, yang nyiram santri, yang mengolah santri, mengemas, dan yang menjual santri," jelasnya.

Sementara itu, Ustaz AA Anggi menegaskan bahwa herbal drink yang saat ini menjadi produk asli Ponpesnya tidak terlepas dari kemampuan santri.

Ustaz AA Anggi membeberkan bahwa herbal drink dikembangkan oleh salah satu santrinya yang menjadi Sarjana di bidang Farmasi.

Baca juga: Menteri Agama Yaqut Cholil: Tidak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri

"Kebetulan salah satu santri saya ada yang lulusan S1 Farmasi, jadi dia tau bagaimana mengolahnya," tandasnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved