Breaking News:

Mafia Karantina yang Loloskan WNA India Bukan Petugas Bandara Soekarno-Hatta

Satgas Udara Penanganan Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta memastikan dua pelaku yang meloloskan penumpang pesawat asal India bukan petugas bandara.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Max Agung Pribadi
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Sebanyak 32 warga negara asing (WNA) asal India dipulangkan ke negara asalnya dari Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (25/4/2021). 

WARTAKOTALIVE, TANGERANG - Satgas Udara Penanganan Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta memastikan dua pelaku yang meloloskan penumpang pesawat asal India dari prosedur karantina Covid-19 bukan petugas Bandara Soekarno-Hatta.

Ketua Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel PAS MA Silaban (TNI AU) mengatakan dua oknum yang terlibat kasus tersebut hanya mengaku-ngaku sebagai petugas bandara.

“Diduga kedua oknum itu, yang di sejumlah pemberitaan berinisial S dan RW, adalah pihak berkepentingan dengan instansi lain di bandara. Oleh karena itu mereka memiliki kartu pas bandara, dan mereka tidak bertanggung jawab, tapi justru melakukan penyalahgunaan kartu pas bandara,” ujar Kolonel PAS M.A Silaban (TNI AU), Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Polisi Akui Sempat Amankan Mafia Karantina di Bandara Soekarno Hatta yang Loloskan WNA India

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi juga memastikan kedua oknum tersebut bukan petugas bandara.

“Kami sudah melakukan pengecekan, dan memastikan bahwa dua oknum itu bukan petugas Bandara Soekarno-Hatta,” ucap Agus Haryadi.

"Kami juga senantiasa meminta kepada seluruh petugas, baik dari AP II atau instansi lain yang berkepentingan di bandara agar selalu dapat mentaati peraturan dan menjaga nama Bandara Soekarno-Hatta,” sambungnya.

Baca juga: VIDEO Polisi Selidiki Apakah Ayah dan Anak Mafia Karantina yang Loloskan WN India Pegawai Bandara

Adapun kasus ini akan didalami juga baik oleh Satgas Udara Penanganan Covid-19, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, dan Polri. 

"Satgas Udara Penanganan Covid-19 mendukung penuh Polri untuk mengungkap kasus ini," kata Kolonel PAS M.A Silaban (TNI AU).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved