Breaking News:

KKB Papua

IPW tak Yakin TNI-Polri Mampu Bersihkan dan Tangkap Seluruh Anggota KKB di Papua

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, mengatakan pihaknya tidak yakin bahwa aparatur TNI Polri akan berhasil menangkap seluruh anggota KKB Papua.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan pihaknya tidak yakin bahwa aparatur TNI Polri akan berhasil membersihkan dan menangkap seluruh anggota KKB, seperti yang diperintahkan Presiden Jokowi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan pihaknya tidak yakin bahwa aparatur TNI Polri akan berhasil membersihkan dan menangkap seluruh anggota KKB, seperti yang diperintahkan Presiden Jokowi.

"Ada tiga alasan bagi IPW, kenapa aparatur TNI Polri tidak akan mampu menangkap seluruh anggota KKB atau Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua," kata Neta kepada Warta Kota, Rabu (28/4/2021).

Pertama, katanya, kasus pembakaran gereja dan pembunuhan satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang diduga dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hingga kini pelakunya belum juga tertangkap. 

Baca juga: TNI-Polri Serbu Markas KKB Papua di Kampung Maki, 5 KKB Tewas dan Sisanya Kabur

Baca juga: Berbaur dengan Penduduk dan Sangat Kenal Medan Pegunungan, KKB Papua Kerap Lolos dari Kejaran Aparat

"Padahal kasus itu sudah terjadi enam bulan lalu, tepatnya Jumat 27 November 2020 pagi. MIT pimpinan Ali Kalora hanya beranggota 14 orang. Tapi aparat keamanan seperti tak berdaya menghadapinya," kata Neta.

Kedua, katanya kasus terbunuhnya anggota Brimob Bratu Yohanes Samuel Biet dan lukanya anggota Kopassus Serda Donatus Boyau di dekat MY Bar, Blok M, Jakarta Selatab pada 18 April, hingga kini belum juga terungkap dan pelakunya belum tertangkap. 

"Padahal Kasad Jenderal Andika Perkasa mengatakan, pihaknya sudah menurunkan empat jenderal TNI AD untuk mengawal pengusutan kasus ini," tambah Neta.

Ketiga, kata Neta, selama April setidaknya ada lima peristiwa penembakan yang dilakukan KKB Papua.

Baca juga: Komnas HAM Ingatkan Pemerintah Untuk Tetap Ikuti Prosedur Hukum Dalam Menangani KKB Papua

Baca juga: Minta TNI-Polri Tumpas Habis KKB Papua, Ketua MPR: Urusan HAM Kita Bicarakan Kemudian

"Empat terhadap masyarakat sipil. Satu penembakan yang menyebabkan Kabinda Papua Brigjen TNI IGP Danny Nugraha Karya gugur. Dan seluruh pelakunya belum tertangkap," ujar Neta.

Dari ketiga kasus ini IPW menyimpulkan bahwa aparatur keamanan belum bekerja profesional. 

"Jika tidak profesional bagaimana bisa menghabisi dan menangkap seluruh anggota KKB yang bersembunyi di dalam hutan, wong menangkap pelaku penusukan Brimob dan anggota Kopassus yang terjadi di Jakarta saja tak kunjung mampu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved