Breaking News:

Berita nasional

Penyidik KPK Akui Reset Ponselnya Saat Ditangkap Propam Polri

Ulah Robin memperdagangkan perkara itu terungkap saat KPK menggeledah kediaman Syahrial di Tanjungbalai, Selasa pekan lalu.

TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju mengenakan rompi oranye, usai dijadikan tersangka oleh KPK karena menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. 

Wartakotalive.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju mengaku handphone (HP) miliknya di-reset kala diamankan Divisi Propam Polri pada Selasa (20/4/2021) pekan lalu.

Stepanus diketahui telah dijerat KPK sebagai tersangka penerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial terkait penghentian penanganan perkara.

Stepanus mengklaim dirinya sendiri yang mereset handphone tersebut.

"Enggak, enggak (direset oleh Propam Polri). (Direset oleh) saya. Saya," ucap Stepanus usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021).

Tetapi, Stepanus tak menjelaskan alasannya mereset HP miliknya.

"Sudah, sudah ya. Makasih ya," katanya lagi.

Stepanus mengklaim tidak diamankan Propam. Ia mengaku saat itu menyerahkan diri.

"Saya menyerahkan diri," akunya.

KPK telah menetapkan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial, penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju, dan pengacara Maskur Husain sebagai tersangka penerimaan hadiah atau janji terkait perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Pemberian suap sebesar Rp1,3 miliar oleh Syahrial pada Robin dimaksudkan agar kasus penyidikan suap terkait jual beli jabatan yang diusut KPK di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara dihentikan.

Halaman
12
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved