Jumat, 10 April 2026

Virus corona di India

Kepala WHO: Situasi di India sangat memilukan

pemerintah setempat telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi lonjakan infeksi virus corona

Money SHARMA / AFP
Ilustrasi - Suasana pembakaran jenazah korban Covid-19 di sebuah krematorium di New Delhi pada 26 April 2021. 

Wartakotalive.com - India tengah memerangi pandemi virus corona yang dahsyat. Pasien dengan virus corona membanjiri rumah sakit dan krematorium penuh sesak.

Pada Senin (26/4/2021), lima hari berturut-turut India mencetak rekor infeksi harian secara global.

Rumah sakit kehabisan pasokan oksigen dan keluarga dibiarkan mengangkut sendiri orang yang terpapar Covid dari rumah sakit ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Bahkan, pemerintah setempat telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi lonjakan infeksi virus corona.

Di saat yang sama, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat berjanji mengirim bantuan medis yang mendesak ke India.

India, dengan populasi 1,3 miliar, memiliki penghitungan resmi lebih dari 17,6 juta infeksi virus corona, meskipun para ahli kesehatan mengatakan angka tersebut mungkin berjalan lebih tinggi.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan,"Situasi di India sangat memilukan".

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China
Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus (AFP/FABRICE COFFRINI)

“WHO melakukan semua yang kami bisa, menyediakan peralatan dan pasokan penting.”

Tedros mengatakan badan kesehatan PBB antara lain mengirimkan "ribuan konsentrator oksigen, rumah sakit lapangan bergerak prefabrikasi dan persediaan laboratorium".

WHO juga mengatakan telah memindahkan lebih dari 2.600 ahli dari berbagai program, termasuk polio dan tuberkulosis, untuk bekerja dengan otoritas kesehatan India guna membantu menanggapi pandemi.

Pasokan pertama dari sembilan peti kemas maskapai penerbangan dari Inggris, termasuk ventilator dan konsentrator oksigen, direncanakan tiba di India Selasa pagi.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, Inggris berjanji akan melakukan "semua yang bisa" untuk membantu.

Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan Inggris akan menggunakan pesawat militer atau menyewa pesawat lain untuk mendapatkan pasokan ke India untuk membantu negara "pada saat mereka membutuhkan".

Paket bantuan termasuk 495 konsentrator oksigen, 120 ventilator non-invasif, dan 20 ventilator manual dari kelebihan stok Inggris.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan Inggris akan memberikan dukungan semaksimal mungkin karena kedua negara adalah "teman dekat dan mitra yang semakin penting".

“Selain itu, kami membutuhkan kerja sama internasional seperti ini jika ingin melalui pandemi ini. Kami tidak akan aman sampai kami semua aman,” tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Krisis Pandemi Covid di India Kian Mengerikan, Inggris hingga Turki Tawarkan Bantuan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved