Breaking News:

Tawuran

Kanitreskrim Polsek Leuwiliang Iptu Asep Jamiat Sebut Video Viral Tawuran Perang Sarung adalah Hoax

Video aksi tawuran di Jalan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dilakukan sekelompok pemuda viral.

TribunnewsBogor.com
Video aksi tawuran di Jalan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dilakukan sekelompok pemuda viral. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Video aksi tawuran di Jalan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dilakukan sekelompok pemuda viral.

Aksi tawuran tersebut terekam kamera dan dikabarkan itu merupakan tawuran perang sarung yang dilakukan sekelompok remaja antara Desa Karacak dengab Desa Leuwiliang.

Pada tawuran itu, sekitar puluhan remaja menggunakan baju biru konvoi menggunakan sepeda motor lalu mengadang pengendara roda dua dari arah berlawanan yang menyebabkan pengendara dari arah berlawanan terjungkal dan jatuh dari motor yang dikendarainya.

Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, video yang beredar tersebut bukan perang sarung yang melibatkan dua kelompok remaja antar desa.

Baca juga: Sepakat Hentikan Aksi Tawuran, RW 07 dan RW 012 Tanjungpriok Tandatangani SKB Perdamaian

Baca juga: Tawuran Pemuda Kota Bambu VS Pemuda Jatipulo Berujung Bencana, Toko Perlengkapan Bayi Kebakaran

Baca juga: Wali Kota Jakarta Timur Libatkan Orang Tua untuk Mencegah Tawuran di Bulan Ramadan

Kanit Reskrim Polsek Leuwiliang, Iptu Asep Jamiat, mengatakan bahwa video yang beredar menyangkut perang sarung antar kelompok remaja dari dua desa adalah hoax.

"Itu video hoax. Memang, ada aksi tawuran perang sarung, namun tidak separah dalam video yang beredar tersebut," kata Asep dikutip dari TribunnewsBogor.com, Selasa (27/4/2021).

Asep menerangkan bahwa tawuran perang sarung antar dua kelompok remaja terjadi pada 24 April 2021 yang bermula dari saling ejek.

"Ada korban tapi kedua belah pihak masing-masing di wakili Kepala Desa Karacak dan Leuwiliang itu sudah musyawarah secara kekeluargaan dan sepakat untuk damai," terang Asep.

Asep berujar bahwa dalam kasus tawuran yang terjadi, Kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap pelaku.

Sebab, kedua pihak sudah bersepakat berdamai dan diselesaikan secara musyawarah dan membuat perjanjian di atas materai.

"Jadi, korban yang terkena luka akibat tawuran itu sepakat untuk dibiayai pengobatan," ujar Asep.

Sebagai bentuk antisipasi, Unit Reskrim bersama Unit Patroli Polsek Leuwiliang akan meningkatkan pengamanan.

"Tentu patroli akan kita tingkatkan jangan sampai hal serupa terjadi lagi," ucap Asep.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved