Breaking News:

Kecelakaan Alutsista

Bantah KRI Nanggala-402 Kelebihan Muatan, TNI AL: 33 Itu Jumlah Tempat Tidur, Personel Dibagi 3 Sif

Ali mengatakan, saat insiden, KRI Nanggala-402 membawa tiga buah torpedo.

Editor: Yaspen Martinus
US Navy photo
Kapal Selam KRI Nanggala-402 dipastikan tenggelam dan 53 awaknya gugur. 

"Jadi berbagai operasi kita lakukan itu kita biasanya bawa 50 personel," jelasnya.

Ali mengatakan, saat insiden, KRI Nanggala-402 membawa tiga buah torpedo.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 26 April 2021: Pasien Baru Tambah 5.944 Orang, 5.589 Sembuh, 177 Wafat

Padahal, kapal selam buatan Jerman ini didesain untuk membawa delapan torpedo.

"Jadi orang yang sampaikan bahwa satu torpedo itu beratnya sekitar dua ton, jadi pernyataan yang sampaikan bahwa kapal selam ini kelebihan muatan itu sama sekali tidak berdasar."

"Dan mungkin belum berpengalaman."

Baca juga: Kapan Reshuffle Kabinet Dilakukan? Politikus PDIP: Jokowi Sedang Tunggu Hari Baik

"Ini kita sudah berlayar bertahun-tahun dan tidak pernah ada masalah," paparnya.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menduga ada perubahan konstruksi, saat kapal selam KRI Nanggala-402 menjalani proses perbaikan (retrofit).

"Kami mengucapkan rasa prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tenggelamnya KRI Nanggala-402 yang menyebabkan gugurnya 53 orang syuhada TNI," kata polikus PDIP ini kepada wartawan, Minggu (25/4/2021).

Hasanuddin mengungkapkan, KRI Nanggala-402 diretrofit pada 2012 silam, dengan menghabiskan anggaran sekitar USD 75 juta atau sekitar Rp 1,05 triliun.

Baca juga: Penyidik Disuap Wali Kota Tanjungbalai, KPK Segera Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

"Retrofit itu bukan sekadar mengganti suku cadang, tapi diperkirakan juga ada perubahan konstruksi dari kapal selam tersebut, terutama pada sistem senjata torpedonya," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved