Breaking News:

Media Sosial

BAGI yang Belum Paham, Ini Tips Hindari Tag Video Porno dari Orang Tak Dikenal di Facebook

Tag massal tergolong rekayasa sosial, manipulasi kondisi psikologis manusia untuk mengelabui atau memikat pengguna mengklik tautan yang diberikan.

Istimewa
Baru-baru ini pengguna jejaring sosial Facebook mengalami kejadian ditandai, atau di-tag, orang tidak dikenal berisi tautan video pornografi. ILUSTRASI Video porno. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Tidak hanya itu, Indonesia juga termasuk salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia.

Karena itu, seringkali pengguna internet atau media sosial mendapat serangan hacker, sehingga perlu kewaspadaan dan kehati-hatian dalam bermedia sosial.

Baru-baru ini pengguna jejaring sosial Facebook mengalami kejadian ditandai, atau di-tag, orang tidak dikenal berisi tautan video pornografi.

General Manager Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, dalam siaran pers dikutip Selasa (27/4/2021), menilai tag massal ini tergolong rekayasa sosial, manipulasi kondisi psikologis manusia untuk mengelabui atau memikat pengguna mengklik tautan yang diberikan.

Baca juga: Penjual Video Porno Diduga Mirip Artis Gabriella Larasati di Twitter Dibekuk Polisi di Hutan

Baca juga: Video Porno Mirip Gabriella Larasati Dijual Rp300 Ribu, Untung Sampai Rp75 Juta

Setelah mengklik tautan, mereka bisa saja mengalami data dicuri, perangkat terinfeksi malware atau akses ke komputer pribadi diretas.

Pelaku kejahatan siber dengan metode rekayasa sosial sengaja memikat pengguna untuk mengklik tautan yang diberikan.

Menurut Tiong, pengguna seringkali tertipu oleh akun yang mereka ikuti atau akun dengan nama yang mereka kenal dan percayai.

Rekayasa sosial merupakan serangan terhadap manusia, bukan langsung terhadap mesin.

Baca juga: Siapa MYD yang Disebut Sebagai Lawan Main Gisella Anastasia di Video Porno, Ini Penjelasan Polisi

Untuk itu Kaspersky meminta pengguna media sosial untuk memahami tindakan dasar dalam menggunakan platform jejaring sosial.

Pertama, berpikir sebelum mengklik, salah satu aturan praktis paling mendasar dan klise dalam melindungi keamanan diri sendiri di media sosial.

Kedua, pengguna sebaiknya menggunakan kata sandi yang kuat untuk akun mereka.

Ketiga, cari tahu, pahami dan gunakan fitur-fitur keamanan yang ditawarkan platform media sosial.

Baca juga: VIDEO: Gisel Jadi Tersangka Kasus Video Porno, Teman Kencannya Juga Ditetapkan Sebagai Tersangka

Pengguna Facebook bisa mengatur siapa saja yang bisa menandai (men-tag) dan siapa saja yang bisa melihat konten yang dikirimkan pada mereka , melalui fitur setelan (setting) di platform tersebut. (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved