Breaking News:

Berita Video

VIDEO BNSP dan Dewan Pers Sepakat Kembangkan Sistem Kompetensi Nasional di Bidang Pers

BNSP sebagai lembaga yang diberikan otoritas oleh pemerintah akan patuh dengan segala ketentuan berlaku, sekaligus berkordinasi dengan semua sektor.

WARTAKOTALIVE.COM - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Dewan Pers sepakat akan mengembangkan sistem kompetensi nasional terutama dibidang pers.

Dalam mengembangkan sistem kompetensi nasional, kedua lembaga ini tetap merujuk kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Jadi kita melihat bagaimana Undang-Undang pers dan Undang-Undang BNSP yang mengacu pada Undang-Undang Ketenagakerjaan sebagai dasar pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi," ungkap Ketua BNSP Kunjung Masehat saat pertemuan antara BNSP dan Dewan Pers di kantor BNSP, jalan MT Harryono, Jakarta, Senin (26/4).

Kunjung mengatakan, BNSP sebagai lembaga yang diberikan otoritas oleh pemerintah akan patuh dengan segala ketentuan berlaku, sekaligus berkordinasi dengan semua sektor.

BNSP dan Dewan Pers melakukan harmonisasi untuk mencari jalan terbaik bagi kompetensi sumber daya manusia seluruh Indonesia terutama dibidang pers," ujarnya.

Sementara, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, menegaskan bahwa Dewan Pers adalah satu-satunya lembaga yang menangani urusan pers sebagaimana diatur Undang-Undang Pers tahun 1999.

"Oleh karena itu kami sudah membangun common sense lebih detail untuk urusan pelatihan peningkatan kualitas SDM dibidang pers yang itu nanti payung besarnya di Dewan Pers," sebut Nuh.

Menurut Nuh, baik BNSP dan Dewan Pers memiliki tugas masing-masing untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.

Selain itu, masing- masing dari kami punya tugas, "BNSP punya tugas untuk meningkatkan kompetensi seluruh profesi di Indonesia, dan Dewan Pers pun juga punya tugas meningkatkan profesionalisme, kompetensi dari kawan-kawan jurnalis yang tetap dipayungi oleh Undang-Undang.

"Oleh karena itu, hari ini Alhamdulillah kami bersama-sama akan mengembangkan sistem pelatihan uji kompetensi yang dilindungi peraturan. Jadi kepada rekan-rekam jurnalis untuk nggak usah khawatir karena semuanya tetap dibawah payung Dewan Pers," pungkas Nuh. (dip)

Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved