Breaking News:

VIDEO Larangan Mudik, Tol Layang Mohamed Bin Zayed Jakarta Cikampek Akan Ditutup Sementara

Serupa dengan tahun lalu, penutupan tersebut bertujuan agar pemeriksaan penyekatan lebih terkontrol di jalan Tol Jakarta-Cikampek atau akses bawah.

Penulis: Jeprima | Editor: Murtopo
Tribunnews/Jeprima
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana melakukan penutupan sementara akses jalan Tol Layang MBZ pada 6-17 Mei 2021 guna mendukung kebijakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah.  

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana melakukan penutupan sementara akses jalan Tol Layang MBZ pada 6-17 Mei 2021 guna mendukung kebijakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. 

Serupa dengan tahun lalu, penutupan tersebut bertujuan agar pemeriksaan penyekatan lebih terkontrol di jalan Tol Jakarta-Cikampek atau akses bawah.

Sambodo menyebut hal itu dilakukan agar tidak ada celah yang bisa digunakan masyarakat untuk pergi mudik selama larangan diberlakukan.

Sejumlah kendaraan tampak masih melintas di ruas Tol Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Jelang Pelarangan Mudik Lebaran, PO Bus Tujuan Jawa dan Sumatera Naikkan Tarif Hingga 30 Persen 

Baca juga: Karena Dua Alasan Ini, Ketua Organda Minta Angkutan Umum Dibolehkan Beroperasi Saat Larangan Mudik

Baca juga: Sejak 20 April 2021 Banyak Warga Mudik Meski Harga Tiket Bus Naik Hingga 75 Persen

Sementara itu sepekan jelang diberlakukan pengetatan dan peniadaan mudik Lebaran tahun 2021, sejumlah Perusahaan Otobus mulai dipadati pemudik yang colong start.

Pengetatan persyaratan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE 34 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 26 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19 yang diterbitkan pada 21 April 2021 oleh Kasatgas Penanganan Covid-19.

Dalam Surat Edaran Nomor SE 34 Tahun 2021 terdapat beberapa poin penting bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Aturan itu diantaranya selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 - 24 Mei 2021) berlaku sejumlah syarat bagi PPDN.

Baca juga: Karena Dua Alasan Ini, Ketua Organda Minta Angkutan Umum Dibolehkan Beroperasi Saat Larangan Mudik

Baca juga: Penjualan Mobil pada Maret Tembus Lebih Dari 85.000 Unit, Begini Penjelasan Gaikindo

Pada masa tersebut, setiap orang wajib melampirkan surat tanda negatif baik PCR atau rapid antigen bagi pelaku perjalanan dengan masa berlaku maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Atau juga bisa menunjukkan surat tanda negatif tes GeNose di lokasi keberangkatan.

Meski pengetatan aturan sudah diberlakukan, Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, mengatakan bahwa sejak tanggal 20 April kemarin sudah banyak PO Bus yang mulai banyak yang menaikkan harga tiket.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved