Breaking News:

Ekonomi Digital

Sri Mulyani Ingin Ibu Rumah Tangga Belajar Ekonomi Digital untuk Membantu Keuangan Keluarga

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap perempuan Indonesia, khususnya ibu rumah tangga, bisa memanfaatkan potensi ekonomi digital.

Kompas TV
Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap perempuan Indonesia, khususnya ibu rumah tangga, bisa memanfaatkan potensi ekonomi digital. 

TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap perempuan Indonesia, khususnya ibu rumah tangga, bisa memanfaatkan potensi ekonomi digital.

Sebab, dibalik itu semua terdapat potensi besar untuk membantu keuangan keluarga.

Untuk mewujudkannya, pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur digital melalui APBN yang tujuannya agar konektivitas merata di seluruh wilayah Indonesia dan literasi digital yang inklusif dapat dirasakan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga ultra mikro. 

“Kalau ada semacam infrastruktur yang memungkinkan perempuan bisa melakukan kegiatan di rumah tangga, produktif, tapi menggunakan platform, tetap disiplin kesehatan, ini yang kita inginkan," ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara "DiscusShe" secara daring, akhir pekan ini. 

Baca juga: Sri Mulyani Kasih Kejutan Lebaran pada PNS Berupa Alokasikan THR Sebesar Rp 45,4 Triliun

Baca juga: Sri Mulyani: Dampak Pandemi Covid-19 Lebih Berat ke Perempuan 

Sri Mulyani menjelaskan, suatu perekonomian jika perempuan diberikan kesempatan yang sama atau ada gender equality, maka negaranya bisa meraih gain atau manfaat hingga 28 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau 26 persen lebih tinggi ekonominya secara global. 

Sementara itu, ada juga potensi hingga 44 miliar dolar AS yang bisa tercipta apabila Indonesia bisa membangun infrastruktur dan mengembangkan ekonomi digital sendiri. 

"Nilai 44 miliar dolar AS bisa meningkat menjadi 125 miliar dolar AS pada 2025. Artinya, tiga kali lipat potensi ekonomi bisa meningkat dengan adanya infrastruktur digital,” pungkas Sri.

Sementara itu, staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menanggapi cuitan Rizal Ramli terkait Sri Mulyani yang sempat menyembunyikan kenaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Januari hingga Maret 2021. 

Baca juga: Sri Mulyani Banting Setir, Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Sebesar 35,6 Persen

Baca juga: Utang Bengkak, Sri Mulyani Minta Arahan IMF, Rizal Ramli: Dasar SPG Bank Dunia, Ekonomi Makin Hancur

Yustinus menjelaskan, ekonom senior yang juga mantan menteri keuangan era Gus Dur itu terbawa nafsu dalam menyerang Sri Mulyani

"Tak sulit menanggapi Pak Rizal Ramli. Anda yang termakan framing dan terburu nafsu menyerang Menkeu," ujarnya melalui akun Twitter @prastow. 

Halaman
12
Editor: Valentino Verry
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved