Breaking News:

KTT ASEAN

ASEAN Capai Lima Poin Konsensus untuk Akhiri Krisis Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing Tak Menentang

Para pemimpin ASEAN mencapai konsensus untuk membantu menangani krisis di Myanmar, pascakudeta militer terhadap pemerintah terpilih negara itu.

Capture Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers usai menghadiri KTT ASEAN atau ASEAN Leaders' Meeting (ALM) di gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu (24/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing yang hadir dalam pertemuan ASEAN Leaders’ Meeting di Jakarta, Sabtu (24/4/2021), dikabarkan tidak menentang hasil yang disepakati bersama para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam ASEAN Leaders’ Meeting, para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencapai konsensus untuk membantu menangani krisis di Myanmar, pascakudeta militer terhadap pemerintah terpilih negara itu.

“Kami mengakui peran positif dan konstruktif ASEAN dalam memfasilitasi solusi damai untuk kepentingan rakyat Myanmar dan penghidupan mereka, dan karena itu menyetujui "Lima Poin Konsensus",” demikian Pernyataan Ketua ASEAN (Chairman’s Statement) yang dirilis usai ASEAN Leaders’ Meeting di Jakarta, Sabtu (24/4/2021).

Video: Jaringan Rakyat Miskin Kota Berdemo Tolak Kehadiran Pemimpin Kudeta Militer Myanmar

Lima poin konsensus yang telah disepakati oleh para pemimpin ASEAN, yaitu:

Pertama, kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya;

Baca juga: Hari Ini Presiden Myanmar Hadiri KTT ASEAN di Jakarta, Ini Harapan KontraS kepada Pemerintah RI

Baca juga: KontraS Desak Pemerintah Tolak Kehadiran Presiden Myanmar dalam KTT ASEAN di Jakarta Besok

Kedua, dialog konstruktif di antara semua pihak yang berkepentingan harus dimulai untuk mencari solusi damai demi kepentingan rakyat.

Ketiga, utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN;

Keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre;

Kelima, utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

Baca juga: PBB: Jutaan Orang Terancam Kelaparan di Myanmar

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved