Breaking News:

Kriminalitas

Tujuh Mucikari Prostitusi Anak Jadi Tersangka, Polisi Masih Periksa Pemilik RedDoorz Tebet

Dari 15 orang yang diamankan, tujuh di antaranya adalah muncikari dan joki yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Ilustrasi 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Polda Metro Jaya menetapkan 7 tersangka dalam kasus prostitusi online anak di hotel RedDoorz, Tebet, Jakarta Selatan, yang digerebek petugas, Rabu (21/4/2021) malam.

Dari 15 orang yang diamankan, tujuh di antaranya adalah muncikari dan joki yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara 8 lainnya adalah perempuan di bawah umur yang menjadi korban atau dijadikan penjaja seks.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan untuk pemilik tempat masih didalami apakah terlibat dan turut serta dalam prostitusi online anak ini.

Baca juga: Aksi Phising dan Tag Akun Porno Marak di Facebook, Pakar Keamanan Siber Penyebab dan Bahayanya

Baca juga: Pemahaman Kesetaraan Gender Masih Belum Dicapai, Sosok Ibu Menjadi Kunci Tingkatkan kualitas SDM

"Untuk pemilik tempat masih dilakukan pendalaman apakah ada keterkaitannya. Jadi belum tersangka, kita dalami keterkaitannya, apa dia menyediakan tempat atau tidak. Jadi ini masih didalami penyidik," kata Yusri, Jumat (23/4/2021).

Ia menjelaskan saat petugas Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek lokasi itu, dari 15 orang yang diamankan, delapan perempuan di bawah umur, didapati petugas berada di sana untuk melayani hidung belang.

"Saat ditemukan 8 perempuan di bawah umur yang jadi korban ini, ada yang di dalam kamar, ada yang sudah bermain, dan sudah BO (booking out-red) ke pelanggan. Lalu tujuh lagi para muncikari dan para joki-jokinya, kami amankan dan sudsh tersangka," kata Yusri

Baca juga: Jadi Sarang Prostitusi Anak di Bawah Umur, Isnawa Adji Perintahkan Satpol PP Segel RedDoorz Tebet

Baca juga: Bela Sri Mulyani soal Defisit Anggaran, Yustinus Prastowo: Rizal Ramli Terburu Nafsu Serang Menkeu

Ia mengatakan untuk korban, empat orang perempuan di bawah umur sudah diitipkan ke P2TP2A Provinsi DKI Jakarta. "Sementara empat lainnya kita kembalikan ke orang tuanya," kata dia.

Yusri menyampaikan, untuk tujuh muncikari dan joki yang telah ditetapkan tersangka, semuanya juga di bawah umur. Karenanya mereka tidak ditahan dan dikenakan wajib lapor.

Meski begitu ia memastikan proses hukum kepada mereka tetap berjalan dengan memedomani aturan peradilan anak.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved