Media Sosial

Aksi Phising dan Tag Akun Porno Marak di Facebook, Pakar Keamanan Siber Jelaskan Bahayanya

Sudah ada puluhan ribu pengguna Facebook di Indonesia yang jadi korban aksi tag massal konten porno

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Facebook 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Beberapa hari ini jagat media sosial Facebook dihebohkan oleh aksi phising dan tag pada akun asusila yang mengintai para penggunanya.

Bahkan sudah ada puluhan ribu pengguna Facebook di Indonesia yang jadi korban aksi tag massal.

Kejahatan siber ini membuat pengguna tiba-tiba saja mendapat mention dan di tag dalam sebuah unggahan yang berisi konten pornografi.

Atas kasus ini perusahaan keamanan siber Vaksincom mencoba mengungkapkan bagaimna hal ini bisa terjadi.

Baca juga: Pemahaman Kesetaraan Gender Masih Belum Dicapai, Sosok Ibu Menjadi Kunci Tingkatkan kualitas SDM

Baca juga: Jangan Abaikan Imunisasi Rutin Anak dan Larangan Mudik d Masa Pandemi Covid-19

Awalnya mereka mencoba menelusuri informasi ini, namun saat melakukan penyelidikan, tiba-tiba saja unggahan dan situs yang melakukan mention sudah hilang dihapus oleh tim Facebook karena banyak dilaporkan pengguna.

Atas hasil itu, Vaksincom belum mengetahui penyebab utama dan modus, serta masalah ini tidak dapat dianalisa dengan baik.

"Namun, ketika aksi mention ini dilakukan kedua kali, beberapa teman mengirimkan bukti ke Vaksincom sehingga bisa langsung dianalisa. Saat kita selidiki, link website itu tak lagi ditemukan karena sudah ditindaklanjuti oleh Facebook," kata Pakar Keamanan Siber sekaligus Pendiri Vaksincom, Alfons Tanujaya, dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021)

Menurut Alfons, modus ini memang sengaja dibuat dan dipersiapkan terlebih dahulu secara khusus.

Baca juga: Perusahaan Sarung Tangan Asal Negeri Jiran Cari Partner Buka Pabrik di Indonesia

Baca juga: Bela Sri Mulyani soal Defisit Anggaran, Yustinus Prastowo: Rizal Ramli Terburu Nafsu Serang Menkeu

Pelaku dalam meluncurkan aksinya juga menyelipkan aksi phishing yang bertujuan untuk mencuri kredensial Facebook korbannya.

Aksi ini ditengarai juga oleh sebuah akun Facebook Page yang dibuat berbahasa Indonesia sehingga patut di duga ada orang Indonesia yang terlibat dalam aksi ini.

"Metode yang digunakan untuk memancing korbannya juga tidak jauh-jauh, ibarat memancing anak kecil dengan permen guna menculiknya, korban dipancing dengan video dengan judul bombastis dan gambar seronok. Setelah diklik, korban sudah masuk perangkap mereka dan kredensialnya sudah masuk semua dalam data pelaku," jelas Alfons.

Baca juga: VIRAL, Emak-emak Pengendara Brio di Tangerang Halangi Laju Ambulans, Polisi Kantongi Identitasnya

Baca juga: Psikolog Bagikan Kiat Menciptakan Rasa Bahagia saat Terlalu Lama di Rumah saat Masa Pandemi

Saat situs phishing sudah disiapkan, tentu tidak akan langsung menarik banyak korban.

Alfons mengatakan, tidak mungkin aksi tag akun porno massal ini menggunakan fitur Facebook Ads karena iklan seperti ini pasti tidak akan lolos sensor.

Maka, pelaku memilih opsi mention sebagai cara untuk membuat situs tersebut viral.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved