Breaking News:

Sains

NASA Rencanakan Misi di Luar Nalar, Ingin Tabrakkan Pesawat demi Cegah Asteroid Jatuh ke Bumi

Misi NASA ini merupakan hasil koordinasi dengan Badan Antariksa Italia dan Badan Antariksa Eropa

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Loretta Kuo
Ilustrasi asteroid 3905 Doppler 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat atau NASA mempunyai rencana misi di luar nalar demi menyelematkan planet bumi.

Baru-baru ini, NASA menyiapkan pesawat ruang angkasanya untuk ditabrakkan ke asteroid apabila benda itu mengancam Bumi.

Hal ini merupakan misi dari NASA yang diperkirakan berlangsung tahun depan dan tengah dipersiapkan skemanya.

Proyek ini merupakan bagian dari misi uji coba Double Asteroid Redirection Test atau DART.

Baca juga: Menang Tender, Elon Musk Siap Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan

Baca juga: Uni Emirat Arab Segera Kirim Astronot Wanita Pertama ke Luar Angkasa, Terbang Bersama NASA

Ilustrasi Asteroid
Ilustrasi Asteroid (Puchan)

DART akan berfokus pada penyelamatan dari Asteroid yang disebut juga Didymos, sebuah benda antariksa yang memiliki diameter 160 meter.

Meski misi ini menantang maut, tapi hal ini bukan bagian dari misi bunuh diri atau kamikaze. DART dilakukan untuk membelokkan orbit asteroid sehingga membuatnya menjauh dari Bumi.

Misi NASA ini merupakan hasil koordinasi dengan Badan Antariksa Italia dan Badan Antariksa Eropa yang sepakat untuk meminimalisir jatuhnya asteroid ke bumi

Kegiatan ekstrem ini untuk memperkuat sistem pertahanan dari benda luar angkasa yang mengancam tempat tinggal manusia, mengutip laman resmi NASA, Kamis (22/4/2021).

Misi DART akan memperlihatkan bagaimana teknologi defleksi oleh Nasa yang mampu mengalihkan asteroid untuk pertahanan pada Bumi.

Baca juga: Jejak Historis Aviasi di Pulau Biak hingga Ketertarikan SpaceX Bikin Stasiun Antariksa di Sana

Dari misi itu lah yang membuat pesawat akan dengan sengaja menabrakan diri ke Didymos sehingga asteroid urung jatuh ke Bumi.

"DART adalah langkah awal dalam pengujian metode defleksi asteroid berbahaya. Asteroid yang memiliki potensi bahaya adalah masalah global dan kami senang dapat bekerja sama dengan kolega dari Italia dan Eropa untuk mengumpulkan data paling akurat ," kata Eksekutif Program DART NASA, Andre Riley.

Pesawat luar angkasa dalam misi DART ini diperkirakan akan mencapai asteroid tahun 2022 mendatang dengan diluncurkan pada 2021.

Baca juga: Mengenal SpaceX, Perusahaan Milik Elon Musk yang Akan Bangun Stasiun Antariksa di Biak, Papua

Sebagai informasi DART merupakan misi pertama yang dikembangkan oleh NASA Planetary Defense Coordination Officer. Lembaga ini merupakan bagian yang bertugas sebagai perencana pertahanan planet dari NASA secara luas.

Kegiatan DART diawasi oleh Cubesat dari Badan Antariksa Italia. Selain itu ESA akan mengirimkan pesawat luar angkasa HERA dua tahun kemudian untuk mengecek hasil kerja DART apakah berhasil atau perlu dilakukan evaluasi. (Fandi Permana)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved