Breaking News:

Kasus Pemukulan

Mantan Pemain Bintang Manchester United, Ryan Giggs Dituduh Menyerang Mantan Pacarnya Kate Greville

Ryan Giggs didakwa pada kasus pemukulan kepada mantan pacarnya dan satu wanita muda lainnya pada bulan November lalu

Istimewa
Ryan Giggs Manajer Timnas wales dan mantan pemain bintang MU dituduh melakukan pemukulan kepada mantan pacarnya Kate Greville oleh CPS 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan pemain bintang Manchester United, Ryan Giggs didakwa menyerang mantan pacarnya.

Giggs, yang sekarang sebagai manajer timnas Wales, dituduh menyebabkan cedera pada tubuh  mantan pacarnya.

Kate Greville (36), yang bekerja sebagai Public Relation di rumahnya di Worsley, Manchester, pada November tahun lalu.

Giggs yang saat ini berusia 47 tahun itu menghadapi tuduhan tambahan atas perilaku pemaksaan dan mengatur antara Desember 2017 dan November 2020.

Giggs juga dituduh melakukan penyerangan umum terhadap seorang wanita berusia 20-an dalam insiden yang sama.

Ryan Giggs, saat ini menjadi manajer pelatih Timnas wales
Ryan Giggs, saat ini menjadi manajer pelatih Timnas wales (@RyanGiggs_cc)

Seorang juru bicara Crown Prosecution Service (CPS) mengatakan Ryan Giggs akan hadir di Pengadilan Manchester dan Salford Magistrates pada Rabu 28 April mendatang.

"Kami telah memberi wewenang kepada Kepolisian Besar Manchester untuk menuntut Ryan Giggs karena terlibat dalam perilaku yang mengendalikan atau memaksa dan penyerangan yang menyebabkan cedera tubuh yang sebenarnya," kata CPS.

Baca juga: Performa Buruk Gareth Bale Membuat Ryan Giggs Menariknya di saat Pertandingan Berlangsung

Baca juga: Ryan Giggs Prediksi Timnas Vietnam Bisa Berlaga di Piala Dunia 2026, Ini Tips Agar Mimpi Tercapai

Baca juga: Ryan Giggs Nilai Ole Gunnar Solskjaer Mampu Bangkitkan Lini Depan MU

"Tuduhan penyerangan dengan pemukulan berkaitan dengan wanita kedua juga telah diizinkan. Tuan Giggs akan hadir di Pengadilan Magistrat Manchester dan Salford pada Rabu 28 April."

"CPS membuat keputusan untuk menuntut Giggs setelah meninjau file bukti dari Kepolisian Besar Manchester.

"Proses pidana aktif dan tidak ada yang harus dipublikasikan yang dapat membahayakan hak terdakwa atas pengadilan yang adil."

Halaman
12
Editor: Umar Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved